BURUNG TIDAK KESETRUM, KENAPA?

0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم

Mengapa burung-burung tidak tersetrum kendati bertengger di kabel telanjang bertegangan tinggi? 

Pertanyaan ini sama tuanya dengan daya listrik sendiri. Bahkan diajuakan hampir sama sering dengan pertanyaan seperti ”Do you love me?” mendapatkan jawaban yang sama-sama tidak meyakinkan. 

jawaban baku-’ ’Burung tidak tersetrum karena tidak dibumikan" --tidak mencapai akar permasalahan. Apakah setiap orang yang pergi setelah mendengarkan penjelasan itu sungguh tahu yang dimaksudkan dengan "dibumikan" atau grounded? Apakah yang iStimewa dalam peristiwa persentuhan dengan bumi? 

Sebagaimana kita ketahui, arus listrik adalah aliran elektron. Kata kunci dalam hal ini adalah "aliran". Kecuali elektron-elektron dapat mengalir dari satu tempat ke tempat lain, mereka tidak dapat mengerjakan apa pun, apalagi membahayakan, sama halnya sungai yang tidak akan menggerakkan kincir apabila airnya tidak mengalir. Untuk mendapatkan cahaya, misalnya, kita membuat elektron-elektron mengalir melalui benang atau filamen tungsten tipis, dari ujung satu ke ujung lain. Ketika sedang mengalir akibat dorongan 220 volt, elektron-elektron itu menyebabkan filamen begitu panas sampai berpijar dengan warna putih terang.

Perhatikan bahwa tegangan sama dengan dorongan; itulah yang dimaksudkan dengan tegangan: gaya yang mendorong elektron-elektron dari satu tempat ke tempat lain supaya mereka dapat bekerja bagi kita. Akan tetapi tidak peduli berapa tinggi tegangan, elektron-elektron tidak dapat berbuat apa pun kecuali mereka diberi jalan. Kabel listrik adalah salah satu jalan. Dalam pengaruh dorongan tegangan tinggi, mereka mengantarkan elektron-elektron dari instalasi pembangkit ke 
rumah kita, untuk dialirkan ke bola-bola lampu, ke pembakar roti, atau ke pesawat televisi. 

Ke manakah elektron-elektron itu setelah melewati perabotan listrik kita? Mereka kembali ke Ibu Pertiwi, tempat perusahaan pembangkit mengambil listrik. Dari mana lagi kalau bukan dari bumi? Mustahil dari bulan! Maka Ibu Pertiwi, yang biasa kita sebut ”bumi”, adalah sumber elektron bagi perusahaan-perusahaan pembangkit, dan ke sana pula mereka mengembalikan elektron-elektron usai mengemban tugas. Bumi terbentuk dari entah berapa banyak atom dan mengandung elektron lebih banyak lagi. Menurut taksiran kasar, jumlah elektron di bumi adalah 1 diikuti 51 nol di belakangnya. Itu sebabnya saya menyebut bumi memiliki pasokan elektron yang tak pernah habis. 

Sekarang kembali ke burung. Kaki-kaki kecil mereka jelas bersentuhan dengan banyak elektron yang menunggu surat perintah kerja dan dikembalikan ke bumi setelah melalui peralatan listrik kita. Akan tetapi beruntunglah burung-burung itu, karena tubuh mereka tidak memberi jalan untuk mengalirkan elektron-elektron ke bumi. Burung-burung itu seperti jalan-jalan buntu bagi elektron-elektron. Oleh sebab itu elektron-elektron tidak menggunakan burung sebagai jalan pintas pulang ke bumi. Itu sebabnya kita tidak menuai burung panggang di bawah jaringan kabel tegangan tinggi. 

Omong-omong, apa yang diperbuat burung-burung itu dengan bertengger di kawat listrik tegangan tinggi, selain menyaksikan kendaraan lalu lalang? Sewaktu udara sedang dingin sekali, arus listrik yang mengalir melalui kabel biasanya cukup panas untuk menghangatkan tubuh. Dalam kehangatan itu mengapa mereka tidak terjatuh ketika terserang kantuk berat? Itu karena begitu otot-otot kaki mereka menjadi santai, cengkeraman mereka justru makin kuat, tidak seperti kita. ]adi, selama belum menitis menjadi burung, jangan tidur sambil bergelantungan di dahan pohon. 

Anda mungkin pemah melihat pegawai perusahaan listrik, diangkat truk dalam ”bak”, tapi asyik mengerjakan kawat listrik ”hidup” dengan tangan telanjang. Ia aman karena seperti burung, bak tempatnya berdiri sangat terisolasi dari tanah. Elektron-elektron tidak dapat menemukan jalan pintas melalui tubuh sang tukang listrik menuju bumi, maka listrik tidak membuatnya menyala benderang seperti filamen Tungsten yang berpijar. 


Sumber: Buku Kalo Einstein lagi cukuran ngobrolin apa ya?

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)