SEJARAH ALAM SEMESTA

Senin, 20 November 20173komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Oleh: Arif Alfatah As Srageny

Kala itu belum ada ruang dan waktu, sekitar 13,7 milyar tahun yang lampau alam semesta kita masih berupa “titik“ (atom primeval) tak berdimensi.  “Titik” itu kemudian meledak dahsyat pada detik ke nol (t = 0, awal mula dimensi waktu hadir), terkenal dengan peristiwa  *Dentuman Besar(Big Bang)*.

Sampai detik ke  _10 pangkat negatif 35_ setelah Dentuman Besar, alam semesta mengalami pengembangan secara cepat (fase inflasi). Alam semesta mengembang hingga  _10 pangkat 100_ sampai  _10 pangkat 1000 _ kali lebih besar daripada sebelumnya. Sampai detik tersebut, alam semesta dimasukkan dalam *era kemanunggalan agung (GUT era)*.

Setelah fase inflasi selesai, alam semesta mulai mengalami ‘pendinginan‘. Pada awal pendinginan, alam semesta hanya berisi ‘bubur‘ yang tersusun dari quark-quark, gluon-gluon, partikel mediator interaksi listrik-lemah dan partikel-partikel eksotik serta antipartikel untuk masing-masing partikel itu. Fase ini disebut  *era quark*.

Pada detik ke  _10 pangkat negatif 6_ setelah Dentuman Besar terbentuklah proton dan neutron. Inilah  *era hadron*. Tetapi era ini sangat singkat. Pasangan baryon-antibaryon segera mengalami anihilasi sehingga muncul foton yang kini kita tangkap sebagai radiasi latar gelombang mikrokosmik (CMB). Pada saat inilah dimensi di atas 4 mulai terbentuk di alam semesta berlanjut ke dimensi-dimensi di atasnya hingga dimensi N. Baryon-baryon yang tak berpasangan dengan anti materinya tetap bertahan.

Sekitar  _10 pangkat negatif 4_ detik setelah dentuman besar muncullah elektron-elektron, muon-muon dan neutrino-neutrino. Tetapi lepton-lepton berat seperti muon terus mengalami anihilasi sementara produksinya terus menurun. Maka elektron menjadi dominan. Alam semesta waktu itu berupa 'bubur' yang terbuat dari elektron-elektron, positron-positron, neutrino-neutrino dan proton serta neutron. Era ini disebut  *era lepton*.

1 detik setelah dentuman besar, temperatur telah sampai pada  _10 pangkat 10_ K dan rapat massa alam semesta cukup rendah untuk terjadinya interaksi antara neutrino dengan partikel-partikel lain. Hal ini mengakibatkan neutrino-neutrino bebas berkeliaran dan membentuk radiasi latar sebagaimana foton.

Pada saat 180 detik setelah dentuman besar,  *era pembentukan inti-inti atom (nucleosynthesis)* dimulai.  Setelah itu  *era radiasi* dan dilanjutkan *era materi*. 1 juta tahun setelah dentuman besar terbentuklah galaksi-galaksi dan quarsar-quarsar, yaitu  *era galaksi*. Mulailah, terbentuklah planet-planet dan Bumi hingga usia semesta sampai sekarang mencapai sekitar 13,7 milyar tahun. Itulah sekelumit rentetan penjelasan sisi lain tentang Teori Big Bang (Dentuman Besar).

*Teori Big Bang, penemuan baru atau kabar sangat lama...?*

Secara teoritis, teori Big Bang dicetuskan pertama kali oleh matematikawan Rusia Aleksander Friedmann dan Astronom Belgia George Lemaitre tahun 1920-an. Edwin Hubble menguatkan teori tersebut pada tahun 1929 ketika mendapati fakta bahwa ternyata galaksi tampak saling menjauh, dengan kata lain semesta mengembang. Akan tetapi kala itu teori Big Bang belum begitu berkembang, hingga pada 1940-an Fisikawan Amerika George Gamov dan rekan-rekannya mampu menjelaskan lebih lanjut dan mengembangkan teori tersebut semakin tampil meyakinkan.

NASA yang dimotori George Smoot dan timnya berhasil untuk ke sekian kali menguatkan teori Big Bang secara ekskperimen, astronom menggunakan instrumen sensitif _COBE (Cosmic Background Emission Eksplorer)_  mendapatkan bahwa terdapat sisa-sisa ledakan besar alam semesta. Berdasarkan semakin banyaknya fakta-fakta ilmiah yang didapatkan, teori Big Bang semakin disetujui dunia ilmiah.

Oktober 2014, Scientific American menulis bahwa teori Big Bang adalah satu-satunya teori yang dapat menjelaskan asal mula alam semesta. Bahkan pakar Astrofisika abad ini, Stephen Hawking dalam bukunya _A Brief History of Time_ menyebut penemuan fakta-fakta ilmiah semesta yang selalu mengembang adalah revolusi intelektual abad 20. Itulah teori Big Bang yang menurut kalangan ilmuwan sebagai salah satu penemuan paling berharga abad modern ini.

Tetapi, cobalah simak sejenak kabar 14 abad yang lampau di bawah ini, kemudian renungkan dan simpulkan sendiri...

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya (ke segala penjuru)”(QS. Adz Dzariyat; 47)

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”(QS. Al Anbiya; 30)

**************************************************

Tepian Lembah Ngosit Barat Laut Jogja

Sabtu Pahing

29 Shafar 1439 H – 18 Nopember2017 M
Bagikan artikel ini :

+ komentar + 3 komentar

Anonim
19 Maret 2018 09.07

Good info. Lucky me I recently found your blog by chance (stumbleupon).
I've saved as a favorite for later!

Anonim
2 November 2018 19.58

Definitely believe that whicxh you said. Your favourite reason appeared to be at the web the simplest thing to considerr of.
I say to you, I definitely get annoyed while folks think about worries tgat they plainlly do not realize
about. You managed too hit the nail upkn the highest as neatly
as outlined out the entire thing without having side-effects , other people can take a signal.
Will probably be again too get more. Thank you

28 Juli 2020 16.59

thank you..

Posting Komentar

 
Admin : Mr. Iksan
No Copyright © 2011. GENERASI FISIKA