Pergerakan Matahari Sebagai Tanda Kekuasaan Allah

0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Matahari terbenam di pantai Goa Cemara Bantul DIY

Matahari, salah satu tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, menyimpan banyak hikmah bagi orang yang berpikir. Salah satu surah dalam Alquran secara khusus disebut Surah al-Syams (Surah Matahari) dan dimulai dengan frasa wa Syams (Demi Matahari). Matahari ini begitu luar biasa dan istimewa sehingga Allah bersumpah demi matahari. Padahal, matahari dijadikan sebagai tanda kekuasaan Allah dalam Firman-Nya yang disebut sebagai salah satunya. Q.S. An-Nahl ayat 12:  


Tafsir surat An-Nahl ayat 12

Al-Tabari dalam Jami' al-Bayan mengartikan ayat di atas bahwa di antara nikmat yang diberikan kepada manusia adalah Allah menundukkan manusia pada malam dan siang, matahari dan bulan. Tujuannya hanya untuk menghibur kehidupan manusia. Matahari dan bulan juga berfungsi sebagai penanda waktu dalam peradaban mereka.

Selain itu, al-Tabari mengatakan bahwa penciptaan matahari sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah merupakan petunjuk yang jelas (dalailat wadhihat) bagi orang-orang yang merenungkan dan memahami tanda-tanda kekuasaan-Nya.

Seperti halnya al-Tabari, al-Qurthubi juga menyatakan dalam tafsirnya bahwa dibalik terciptanya malam dan siang, matahari, bulan dan bintang terdapat kenyataan bahwa manusia dapat mengetahui waktu (li ma'rifati al-auqat) dengan tepat pada waktunya. memanen buah dan sayuran, kapan hari dan tahun berganti, kapan harus melakukan aktivitas dan kapan harus istirahat, dll. Padahal, tidak lain dari tujuan seluruh ciptaan ini, kata al-Qurthubi, adalah untuk merangsang akal manusia untuk merenungkan keindahan ciptaan-Nya sehingga dapat memperkokoh keimanannya kepada Allah.

Adapun Ibnu Katsir, beliau menjelaskan dalam tafsirnya bahwa cahaya matahari, bulan dan bintang berperan sebagai Nuran wa dhiya-ana (cahaya yang bersinar dan bercahaya) untuk menerangi kegelapan malam (li yahtadi biha fi al-dzulumat) untuk menerangi .

Selanjutnya, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa matahari, bulan, planet-planet dan semua benda langit yang diciptakan-Nya bergerak sesuai dengan orbitnya. Mereka mematuhi peraturan tersebut dan tidak saling berpapasan, apalagi di jalur di luar landasan, untuk menghindari tabrakan satu sama lain. Semuanya berjalan harmonis. Ia mengatakan:  

Selain itu, Ibnu Katsir juga menyampaikan bahwa di balik setiap penciptaan terdapat bukti estetis (li dalailat 'ala qudratihi ta'ala al-bahirah). Bukti bahwa Dia (Allah Yang Maha Suci) Maha Agung(sulthanuhu al-'adzim). Tujuannya hanya agar mereka berpikir dan memahami nalarnya (li qaumin ya'qiluna 'anillahi, wa yafhamuna hujjahu). 

Matahari sebagan Tanda Kekuasaan Nya

Q.S. An-Nahl ayat 12 diatas mengisyaratkan bahwa peristiwa siang dan malam, penciptaan matahari, bulan dan bintang memang merupakan bukti kebesaran Allah. Allah menciptakan bulan sebagai lampu di malam hari, matahari sebagai sumber cahaya yang bersinar di siang hari, dan Dia menciptakan orbit atau orbit semua benda langit bergerak sesuai dengan kehendak-Nya untuk kepentingan manusia di bumi.

Kemudian ayat di atas diakhiri dengan referensi dimana tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah dapat dipahami, dipelajari dan diteliti bagi orang-orang yang berpikir. Sesungguhnya barang siapa yang tidak menggunakan akalnya dengan baik, maka menyia-nyiakan rahmat Allah. Allah sering menciptakan perumpamaan untuk menjelaskan kebenaran dan mengungkapkan misteri di balik fenomena yang ada. Tentu perumpamaan ini hanya bisa dipahami oleh mereka yang mau berpikir.

Terakhir, sebagai tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, Matahari seolah lebih bermanfaat dan bermanfaat bila dipahami oleh orang-orang yang menggunakan akalnya dan mengoptimalkan segala potensinya dengan baik. Semoga kita semua menyelaraskan pikiran dan seluruh potensi kita dengan baik sehingga kita dapat memahami tanda-tanda kekuatannya. Aamiin. 

Wallahu A'lam. 


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)
Sudahkah Anda Sholat? Kalau belum silakan sholat terlebih dahulu, sebelum ajal menjemput