FISIKA DALAM TIDUR DI LANTAI DAN DI KASUR

0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم


Siapa pun pasti setuju bahwa tidur di kasur lebih nyaman daripada tidur di lantai. Tidur di lantai atau perkukaan datar yang keras (seperti panan) menyebabkan bagian tubuh yang menyentuh lantai merasakan sakit. Sedangkan kalau tidur di kasur, apalagi kasur yang empuk, tidak menyebabkan ada bagian tubuh yang merasa sakit. Mengapa demikian? Mari kita diskusikan.

Pertama kita akan jelaskan mengapa bagian tubuh berasakan sakit? Bagian tubuh merasa sakit karena bagian tersebut menahan tekanan yang besar. Tekanan adalah gaya per satuan luas, menurut persamaan: 
P = F/A

Ketika kita tidur maka badan kita mendapat gaya normal dari lantai. Besar gaya normal tersebut sama dengan berat badan kita, yaitu W = m.g

Gaya inilah yang menyebabkan badan merasa sakit. Dengan demikian, saat tidur, tekanan yang dirasakan tubuh memenuhi persamaan: P = m.g/A

Mari kita bahas apa perbedaan tidur di kasur dan di lantai. Saat kita tidur di kasur maka bagian kasur melengkung mengikuti lekukan tubuh Permukaan kontak kasur dengan tubuh menjadi sangat besar, kira-kira sama dengan luas permukaan tubuh bagian bawah. Dengan nilai luas kontak yang besar ini maka tekanan yang dihasilkan pada permukaan tubuh menjadi kecil. Akibatnya tubuh tidak terlalu merasakan sakit. Sebaliknya, saat kita tidur di lantai datar maka hanya bagian tubuh yang menonjol ke bawah yang berkontak dengan lantai. Bagian cekungan tubuh, termasuk yang menghadap ke bawah, tidak berkontak langsung dengan lantai. Dengan demikian, pada kondisi ini luas permukaan kontak tubuh dengan lantai menjadi sangat kecil. Dengan mengacu pada persamaan: P = m.g/A, maka tekanan yang dirasakan bagian tubuh tersebut menjadi sangat besar. Akibatnya, bagian tubuh yang kontak dengan lantai merasakan sakit. 

Sumber: Fisika adalah berimajinasi , karya Prof. Mikrajuddin Abdullah

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)