IMPLIKASI TEORI RELATIVITAS UMUM (2)

Jumat, 19 Juli 20190 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Alam Semesta nan Gelap

Pemuaian alam semesta yang diprediksi oleh relativitas umum telah berhasil dibuktikan dari pengamatan gerak galaksi yang saling menjauh. Ketika kita sudah berhasil mengamato galaksi-galaksi jauh, maka pemetaan pun bisa dilakukan untuk memperoleh gambaran besar alam semesta. Ternyata, hampir 95 persen alam semesta tersusun atas materi yang tak bisa dipahami. Semua yang bisa kita amati seperti, planet, bintang, galaksi, gas dan debu, hanyalah 5 persen dari keseluruhan kandungan alam semesta.
Indikasi materi gelap ini pertama kali muncul ketika Frits Zwicky meneliti gerak galaksi-galaksi dalam Gugus Galaksi Coma. Ia melakukan perhitungan massa total Gugus berdasarkan kecepatan gerak galaksi dan perhitungan massa total berdasarkan kecerlangan mereka. Ternyata, massa dari gerak galaksi empat ratus kali lebih besar daripada massa yang dihitung dari kecerlangan. Itu artinya ada materi misterius yang tidak memancarkan cahaya. Materi gelap.
Materi gelap ini jugalah yang berkontribusi untuk menghasilkan gravitasi yang kuat untuk tetap mempertahankan keutuhan galaksi. Materi gelap diduga berada di area halo galaksi, dan massanya cukup besar untuk membelokan cahaya yang lewat di dekatnya. Efek yang dikenal sebagai lensa gravitasi ini sudah berhasil diamati pada sejumlah gugus galaksi dan merupakan bukti kuat keberadaan materi gelap.
Materi gelap bukan satu-satunya misteri di alam semesta. Pengamatan juga memperlihatkan semesta kita memuai dipercepat, meski jumlah total materi (baryon dan materi gelap) tidak memungkinkan hal itu terjadi. Hal ini diduga terjadi akibat keberadaan energi gelap yang mendominasi alam semesta dan menyebabkan alam semesta memuai dipercepat.
Pemuaian alam semesta yang dipercepat ini berhasil diketahui dari supernova dengan pergeseran merah tinggi.  Bukti lain keberadaan energi gelap berasal dari pengamatan radiasi latar belakang yang memperlihatkan bahwa seluruh materi (baryon dan materi gelap) dalam alam semesta hanya memberikan kontribusi sekitar sepertiga dari nilai kerapatan alam semesta yang diamati.  Itu artinya ada komponen lain yang mengisi kekurangan, yakni energi yang tidak tampak. Diduga, kandidat energi gelap bisa ditemukan dalam konstanta kosmologi ? dalam persamaan Einstein dalam relativitas umum. Kontanta Kosmologi ? ini pada awalnya dimasukan untuk mengimbangi gravitasi agar bisa mempertahankan model alam statis.
Bersambung.......  
===========================
Sumber : langitselatan.com
Bagikan artikel ini :

Posting Komentar

 
Admin : Mr. Iksan
No Copyright © 2011. GENERASI FISIKA