LANGIT DALAM PERSPEKTIF AL QUR'AN (27)

Sabtu, 22 Juni 20190 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Oleh : Agus Purwanto, D.Sc. 
(Dosen Fisika ITS, Penggagas Pesantren Sains TrenSains)

Langit (pertama) mempunyai banyak pintu. Berikut ayat ayat yang berbicara mengenai itu:

Pertama:
An-Naba' (النبإ) / 78:19)
وَّ فُتِحَتِ السَّمَآءُ فَکَانَتۡ اَبۡوَابًا
"dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu"

Kamus:
وَفُتِحَتِ dan dibukakan - 
السَّمَاءُ langit - 
فَكَانَتْ maka jadilah ia - 
أَبْوَابًا pintuu -


Kedua:
Al-Qamar (القمر) / 54:11)

فَفَتَحۡنَاۤ اَبۡوَابَ السَّمَآءِ بِمَآءٍ مُّنۡہَمِرٍ
"Maka Kami bukakan pintuu langit dengan air yang tercurah".

Kamus:
فَفَتَحْنَا Maka Kami bukakan - 
أَبْوَابَ pintuu - 
السَّمَاءِ langit -
بِمَاءٍ dengan air -
مُنْهَمِرٍ yang tercurah -


Ketiga:
Al-Hijr (الحجر) / 15:14)
وَ لَوۡ فَتَحۡنَا عَلَیۡہِمۡ بَابًا مِّنَ السَّمَآءِ فَظَلُّوۡا فِیۡہِ یَعۡرُجُوۡنَ
"Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka satu pintu langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya,"

Kamus:
وَلَوْ dan seandainya - 
فَتَحْنَا Kami bukakan - 
عَلَيْهِمْ atas mereka - 
بَابًا pintu - 
مِنَ dari - 
السَّمَاءِ langit - 
فَظَلُّوا maka mereka terus - 
فِيهِ kedalamnya -
يَعْرُجُونَ mereka naik -


Keempat:
Al-A'raf (الأعراف) / 7:40)
اِنَّ الَّذِیۡنَ کَذَّبُوۡا بِاٰیٰتِنَا وَ اسۡتَکۡبَرُوۡا عَنۡہَا لَا تُفَتَّحُ لَہُمۡ اَبۡوَابُ السَّمَآءِ وَ لَا یَدۡخُلُوۡنَ الۡجَنَّۃَ حَتّٰی یَلِجَ الۡجَمَلُ فِیۡ سَمِّ الۡخِیَاطِ ؕ وَ کَذٰلِکَ نَجۡزِی الۡمُجۡرِمِیۡنَ
"Sesungguhnya orangg yang mendustakan ayatt Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekalii tidak akan dibukakan bagi mereka pintuu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orangg yang berbuat kejahatan".

Kamus :
إِنَّ sesungguhnya - 
الَّذِينَ orangg yang -
كَذَّبُوا (mereka) mendustakan -
بِءَايَاتِنَا dengan ayatt Kami -
وَاسْتَكْبَرُوا dan mereka menyombongkan diri - 
عَنْهَا darinya -
لَا tidak -
تُفَتَّحُ dibukakan -
لَهُمْ bagi mereka - 
أَبْوَابُ pintuu -
السَّمَاءِ langit - 
وَلَا dan tidak - 
يَدْخُلُونَ mereka masuk -
الْجَنَّةَ surga - 
حَتَّى sehingga - 
يَلِجَ masuk - 
الْجَمَلُ unta -
فِي dalam -
سَمِّ lubang - 
الْخِيَاطِ jarum - 
وَكَذَلِكَ dan demikianlah -
نَجْزِي Kami memberi balasan -
الْمُجْرِمِينَ orangg yang berdosa -


Pintu langit yg dapat dibuka dg air hujan itu diinginkan oleh banyak orang tetapi pintu langit tidak akan dibuka bagi orangg yg mendustakan kekuasaan Allah dan takabur.
Informasi pintu langit cukup rinci. Pintuu dpt dibuka dg air, berarti ada di langit tempat air hujan. Jika dibuka maka mereka yg tdk beriman akan masuk dan terus naik. Sayangnya, pintuu tidak dibukakan untuk mereka.
Pintu itu telah dibuka untuk siapa?
Dari riwayatt yg ada ingatan kita lgsg tertuju pd Baginda Nabi Muhammad SAW via isra' mi'raj . 
Mari kita rekonstruksi isra' mi'raj ini. Perjalanan dilakukan ba'da isya' 19.30 Isra' ke masjid al-Aqsha kmd 20.00 mi'raj dan nyampe di Mekah lagi sblm shubuh jam 04.00. 
Berarti sekali jalan mi'raj memerlukan waktu bruto 4 jam. Jika perjalanan diantar buraq (arti asal kilat) berarti sekali jalan telah menempuh jarak 4x60x60x300.000 km yakni 4.320.000.000 km. Jarak yg menurut kita sangat besar tetapi kurang dari jarak planet terluar Neptunus, 4.335.000.000 km. Artinya, perjalanan blm nyampe di Neptunus apalagi keluar sistem tata surya. Belum.
Apalagi keluar galaksi Bimasakti. Belum.
Apalagi sampai di galaksi lain. Belum.

Artinya, penjelasan perjalanan ruang-waktu material tidak memadai. Penjelasan logis alternatif dibutuhkan.
Kembali pada jagad raya dua dimensi permukaan bola dg tempelan sobekan kertass sbg galaksinya.
Misalkan 🐜 semut kita anggap makhluk dua dimensi yg hanya bisa berjalan maju-mundur dan nyamping kiri-kanan serta melihat ke depan dan kiri-kanan. Semut tdk dpt melompat dan melihat atas bawah.
Sekarang ada dua semut dari dua galaksi berdekatan berjanji bertemu di galaksi ketiga. Kedua semut berangkat bersamaan menjelajah ruang antar bintang di masingg galaksinya. Kemudian kedua nya menjelajah antar galaksi yakni di luar dua potongan kertas. Saat sdh dekat dan mulai dapat melihat meski samarr, tibaa 🐜 yg dari galaksi Tello krn suatu sebab terlempar dari permukaan bola. 🐜 yg dari galaksi Ote-2 kaget dan mencari semut Tello ke segara penjuru angkasa. Hasilnya nihil ...Semut Tello masuk dimensi lain, dan menghilang kata semut Ote-2.
Nah, mi'raj adalah perjalanan dari langit pertama menuju pintu langit dan masuk ke langit ketujuh. Menurut kita yg tdk dpt melihat sesuatu di dimensi lbh tinggi hanya dapat berkata bhw Rasulullah Saw menghilang pada ketinggian tertentu di langit pertama.
Di sanalah, di ruang langit ketujuh yg imaterial, yg goib Rasulullah Saw bertemu dengan para nabi terdahulu kmd terus naik dan menerima perintah shalat. Semua kejadian berlangsung di luar hukum ruang-waktu. Setelah selesai, Rasul Saw kembali turun ke langit pertama dan lanjut turun di bumi, di Mekah.

Wallaahua'lam
Bagikan artikel ini :

Posting Komentar

 
Admin : Mr. Iksan
No Copyright © 2011. GENERASI FISIKA