MENGAPA BOLA LAMPU BERUMUR PENDEK?

Jumat, 21 Juni 20190 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Bola lampu telah direkayasa dengan cermat sekali agar mampu dioperasikan sampai  jangka waktu tertentu. Namun,orang yang cenderung curiga mungkin tergoda untuk mengatakan bahwa lampu-lampu itu direkayasa dengan teliti untuk mati setelah jangka waktu tertentu. Tidak ada alasan untuk tidak dapat merancang bola lampu yang awet sekali. Akan tetapi kita barangkali akan tidak menyukainya. 

Sebagaimana peranti lain, ada tukar-menukar atau tawar-menawar di antara beberapa kepentingan yang bertentangan. Yang paling menentukan, masa bakti sebuah bola lampu tergantung pada temperatur filamen saat pengoperasian. Untuk wattage atau kebutuhan daya tertentu (konsumsi daya listrik yang diperlukan), makin tinggi temperatur dan keluaran cahaya, makin pendek masa baktinya. 

Bola lampu ”long-life” mempunyai filamen yang dirancang untuk berpijar pada temperatur lebih rendah. Akan tetapi temperatur lebih rendah tidak menghasilkan cahaya sebanyak yang diperlukan. Selain itu, sementara temperatur lebih tinggi menghasilkan cahaya lebih bitu, lebih putih, sebagai perbandingan, bola lampu ”long-life” mengeluarkan cahaya agak kekuningan. 

Bola lampu ”long-life” mendapatkan temperatur lebih rendah melalui penggunaan filamen yang dirancang untuk dilewati arus listrik lebih kecil. Arus listrik lebih sedikit memungkinkan lampu tidak begitu panas tetapi cahaya pun lebih redup, maka selain memperoleh cahaya lebih kuning, kerugian kita tidak hanya itu. Jika kita membeli bola lampu tipe ”long-life”, kita harus membeli bola lampu dengan Mengapa bola lampu tidak dibuat berumur lebih lama? 

Bola lampu telah direkayasa dengan cermat sekali agar mampu diaperssikan sampai jangka waktu tertentu. Namun, orang yang cenderung curiga mungkin tergoda untuk mengatakan bahwa lampu-lampu itu direkayasa dengan teliti untuk mati setelah jangka waktu tertentu. Tidak ada alasan untuk tidak dapat merancang bola lampu yang awet sekali. Akan tetapi kita barangkali akan tidak menyukainya. 

Sebagaimana peranti lain, ada tukar-menukar atau tawar-menawar di antara beberapa kepentingan yang bertentangan. Yang paling menentukan, masa bakti sebuah bola lampu tergantung pada temperatur filamen saat pengoperasian. Untuk wattage atau kebutuhan daya tertentu (konsumsi daya listrik yang diperlukan), makin tinggi temperatur dan keluaran cahaya, makin pendek masa baktinya. 

Bola lampu ”long-life” mempunyai filamen yang dirancang untuk berpijar pada temperatur lebih rendah. Akan tetapi temperatur lebih rendah tidak menghasilkan cahaya sebanyak yang diperlukan. Selain itu, sementara temperatur lebih tinggi menghasilkan cahaya lebih bitu, lebih putih, sebagai perbandingan, bola lampu ”long-life” mengeluarkan cahaya agak kekuningan. 

Bola lampu ”long-life” mendapatkan temperatur lebih rendah melalui penggunaan filamen yang dirancang untuk dilewati arus listrik lebih kecil. Arus listrik lebih sedikit memungkinkan lampu tidak begitu panas tetapi cahaya pun lebih redup, maka selain memperoleh cahaya lebih kuning, kerugian kita tidak hanya itu. Jika kita membeli bola lampu tipe ”long-life”, kita harus membeli bola lampu dengan wattage lebih tinggi agar mendapatkan intensitas cahaya seperti yang diharapan dari bola lampu normal. 

Menurut undang-undang, kemasan bola lampu standar harus memberitahukan jumlah jam masa bakti lampu di dalamnya, juga besar cahaya yang mampu dipancarkannya ke semua arah: juga disebut besar lumen. Bandingkan jumlah jam dan angka lumen pada kemasan ”longlife” dengan angka serupa pada kemasan bola lampu biasa untuk wattage yang sama. Apabila kita bersedia mendapatkan cahaya lebih redup dan harga lebih tinggi namun tidak usah sering mengganti bola lampu, belilah tipe ”long-life”. 

Sebaliknya, jika kita mencari bola lampu dengan harga paling murah, bawa kalkulator sewaktu berbelanja ke toko. Untuk kebutuhan daya tertentu, kita menghendaki cahaya seterang mungkin, selama mungkin, dengan harga semurah mungkin. Bagilah harga lampu yang akan dibeli dengan angka lumen, kemudian bagi hasilnya dengan jumlah jam masa bakti yang diharapkan. Hasil paling kecil adalah yang paling baik. 

Dan ketika bicara soal penghematan, kita dapat menggunakan sakelar peredup atau dimmer switch untuk mengurangi tegangan ke bola lampu Anda. Peranti ini mengurangi arus yang mengalir melalui filamen dan pada gilirannya mengurangi temperatur, mengurangi penguapan tungsten, dan selanjutnya cukup meningkatkan masa bakti bola lampu. Yang terbaik apabila kita ingin meninggalkan kamar tetapi tidak terlalu lama adalah metedupkan lampu sampai ke setelan paling rendah. 

Sumber: 
Buku Kalo Einstein Lagi Cukutan Ngobrolin Apa Ya? 

Silakan bagikan artikel ini :

Posting Komentar

 
Admin : Mr. Iksan
No Copyright © 2011. GENERASI FISIKA