Nyamuk adalah makhluk kecil yang entah bagaimana masuk dalam daftar musuh utama manusia, namun hingga kini tetap bertahan dari kepunahan. Kita sering meremehkannya, bahkan membunuhnya tanpa berpikir panjang. Padahal, jika dilihat melalui mikroskop, tubuh nyamuk adalah sebuah karya luar biasa ciptaan Tuhan dengan sistem biologis yang rumit—bahkan teknologi canggih manusia pun tampak sederhana jika dibandingkan.
Di bagian kepala nyamuk terdapat sekitar 100 mata. Mulutnya dilengkapi dengan 48 gigi, sedangkan di bagian dada terdapat tiga jantung: satu jantung utama dan dua jantung tambahan di dekat sayapnya. Masing-masing jantung memiliki atrium dan ventrikel yang bekerja layaknya pompa mini tanpa henti.
Berbeda dengan serangga lain, nyamuk memiliki termoreseptor, alat khusus untuk mendeteksi panas tubuh. Sensitivitasnya bisa mencapai hingga 100 derajat Celsius. Jadi, ketika terlihat seolah terbang acak, sebenarnya ia sedang membidik sasaran layaknya rudal berpemandu panas.
Selain itu, nyamuk juga dilengkapi dengan alat analisis darah untuk memeriksa kualitas darah, alat anestesi agar gigitan tak segera terasa, serta alat pengencer darah. Belalainya memiliki enam pisau: empat berfungsi melukai kulit, sementara dua lainnya menyatu membentuk tabung penghisap darah.
Di kakinya terdapat cakar untuk mencengkeram dengan kuat. Sayapnya pun bergetar sangat cepat, hingga 600 kali kepakan per detik.
Jika direnungkan, betapa menakjubkannya susunan organ yang begitu kompleks namun berfungsi sempurna dalam tubuh serangga sekecil nyamuk. Bukankah ini menjadi tanda kebesaran dan kekuasaan Allah yang patut kita renungi?