Pemetaaan Materi Essensial Kelas X : Gerak Dua Dimensi

0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم




Materi dan Kompetensi
Kompetensi yang dilatihkan pada materi gerak meliputi memahami konsep gerak, keterampilan proses melalui eksperimen tentang gerak, menganalisis gerak dua dimensi, terutama gerak parabola, menggunakan vektor.

Materi ini penting dibahas karena dapat dijadikan penerapan sistem pengukuran dalam kerja ilmiah, melatih murid dalam mengamati berbagai gejala alam, mengolah dan mengomunikasikan data, menganalisis gejala alam dalam bentuk persamaan, hingga penerapan kemampuan berpikir sense of scale. Misalnya, kemampuan memperkirakan waktu tempuh perjalanan, keterampilan menganalisis menggunakan vektor, dan lain sebagainya.

Kontekstualisasi Materi Esensial dengan Pembelajaran Mendalam
Pengalaman belajar murid pada materi ini dapat diperoleh misalnya melalui serangkaian kegiatan yang meliputi proses mengamati fenomena gerak dan besaran fisis yang terlibat seperti jarak, perpindahan, kelajuan, kecepatan dan percepatan; mengidentifikasi variabel (bebas, terikat, dan kontrol); merumuskan hipotesis; merancang percobaan; melaksanakan percobaan dalam rangka menguji hipotesis; mencatat data hasil percobaan gerak dalam bentuk tabel, menyajikannya dalam grafik serta menganalisis, dan mengomunikasikannya; menyatakan besaran dalam bentuk persamaan dan menganalisis keadaan gerak melalui persamaan. Pemahaman yang diperoleh tentang karakteristik gerak dengan kecepatan tetap dan gerak dengan percepatan tetap digunakan untuk fenomena gerak dengan lintasan parabola. Pendidik dapat menyajikan demonstrasi atau tayangan tentang lintasan bola basket, lintasan air yang keluar dari selang, ataupun gerak proyektil untuk didiskusikan murid dan melatih keterampilan bernalar kritis. Kemudian pendidik dapat menunjukkan fenomena gerak benda jatuh di suatu ruangan biasa yang dibandingkan dengan gerak benda yang identik di ruang hampa udara serta perbandingan gerak benda yang langsung jatuh lurus dengan gerak benda yang jatuh melengkung akibat memiliki kecepatan awal mendatar. Pendidik memandu diskusi murid untuk memahami bahwa gerak parabola dapat ditinjau dari sumbu mendatar (horizontal) dan sumbu tegak (vertikal), kemudian menganalisis gerak yang mengalami perubahan arah menggunakan bantuan konsep vektor.

Pembelajaran ini dapat dikolaborasikan dengan pembahasan trigonometri pada mata pelajaran matematika. Namun sangat mungkin terjadi bahwa pembelajaran ini dilakukan tidak bersamaan atau lebih awal dibandingkan dengan pembahasan trigonometri tersebut. Oleh karena itu, pendidik dapat melakukan pembelajaran analisis vektor pada gerak parabola dengan bantuan grafik. Pendidik dapat menyiapkan beberapa grafik yang menunjukkan berbagai kondisi gerak parabola untuk dianalisis murid. 

Aplikasi dari pemahaman ini dapat dilakukan melalui berbagai hal, misalnya dengan melakukan pembuatan pelontar sederhana yang dapat diatur kecepatan awal dan sudut lontarnya agar mencapai titik tertentu. Contoh lainnya melalui problem solving pada suatu konteks buatan yang menggambarkan situasi tertentu, seperti daerah bencana yang terpencil dan terisolasi yang membutuhkan bantuan logistik. Murid diminta untuk membuat sketsa lintasan gerak pesawat dan jatuhnya bantuan beserta ukuran-ukuran yang diperlukannya. Pada bagian refleksi, murid dapat diajak untuk mengulas proses berpikir yang telah dilakukan, kelebihan dan kelemahan karya yang dibuat, hingga perbaikan yang dapat dilakukan. Asesmen yang dapat dilakukan adalah asesmen awal untuk memeriksa kesiapan belajar murid, mengingat bahwa gerak satu dimensi sudah dibahas pada fase sebelumnya; asesmen yang memantau kinerja murid sepanjang proses pembelajaran, dapat melalui lembar kerja, observasi langsung, ataupun penilaian diri dan sebaya; asesmen sumatif untuk mengetahui pencapaian tujuan pembelajaran yang dapat dilakukan melalui tes tertulis, laporan hasil pembuatan karya atau sketsa.


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)