Pemetaan Materi Essesnial Kelas X : Energi Alternatif

0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم




Materi dan Kompetensi
Materi energi alternatif meliputi konsep energi, hukum kekekalan energi, berbagai bentuk dan sumber energi, perpindahan dan perubahan bentuk energi, ketersediaan dan tingkat konsumsi energi, dan ragam energi alternatif yang merujuk pada pilihan sumber energi yang diperoleh dari sumber daya alam terbarukan. Materi ini penting diajarkan kepada murid karena energi tak terbarukan makin lama makin berkurang sehingga menyebabkan kekurangan sumber energi sehingga dibutuhkan solusi untuk mendapatkan energi alternatif.

Kontekstualisasi Materi Esensial dengan Pembelajaran Mendalam
Tingkat konsumsi energi, seperti energi listrik, semakin meningkat. Hal ini dapat dijadikan konteks pembelajaran yang dijadikan fenomena untuk didiskusikan sebagai pemantik pembelajaran. Pengalaman belajar lanjutannya dapat dilakukan misalnya melalui identifikasi bentuk dan ukuran energi yang digunakan, perubahan dan perpindahan energi dari suatu fenomena, daya dan efisiensi, mengkaji bahan bacaan atau tayangan terkait ketersediaan dan tingkat konsumsi energi, serta ragam energi alternatifnya.

Pemahaman tentang energi alternatif yang sudah diperoleh dapat diaplikasikan melalui kegiatan menganalisis penggunaan energi di satuan pendidikan untuk kemudian dilakukan kampanye atau aktivitas untuk penghematan energi berdasar data yang diperoleh. Bila memungkinkan, murid dapat juga diajak untuk mencoba pemanfaatan sumber energi alternatif, salah satunya adalah melalui penggunaan panel surya sederhana, pembuatan kincir air, pembuatan kincir angin. Di daerah perkebunan kelapa sawit pembuatan briket dari pelepah kelapa sawit untuk dijadikan sumber energi alternatif. Pembuatan biogas dari sampah organik juga bisa menjadi pengalaman belajar murid untuk menciptakan sumber energi alternatif yang berguna untuk keberlangsungan kehidupan manusia. Pendalaman
materi ini dapat dikaitkan juga dengan topik perubahan iklim yang dapat dilakukan secara kolaboratif dengan kimia dan biologi untuk tinjauan dampaknya terhadap ekosistem atau dengan bahasa untuk penyusunan laporan aktivitasnya.

Asesmen yang dapat dilakukan adalah asesmen awal untuk memeriksa kesiapan belajar murid, mengingat bahwa konsep dasar energi sudah dibahas pada fase sebelumnya; asesmen yang memantau kinerja murid sepanjang proses pembelajaran, dapat melalui lembar kerja, observasi langsung, ataupun penilaian diri dan sebaya; asesmen sumatif untuk mengetahui pencapaian tujuan pembelajaran yang dapat dilakukan melalui tes tertulis, maupun penilaian berdasar rubrik pembuatan karya atau laporan pembuatan energi alternatifnya.


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)