Kegiatan “Fisika Piknik” ke Monumen Bajra Sandhi menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang menggabungkan unsur rekreasi, sejarah, dan sains. Monumen yang juga dikenal sebagai Monumen Perjuangan Rakyat Bali ini terletak di Kelurahan Panjer, Kota Denpasar, Provinsi Bali. Monumen ini dibangun di atas lahan seluas 13,8 hektare dengan luas bangunan mencapai 4.900 m², menjadikannya salah satu ikon penting yang merepresentasikan semangat perjuangan masyarakat Bali.
Kegiatan piknik fisika di lokasi ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung dari lingkungan nyata. Pembelajaran fisika tidak hanya dipahami melalui teori di dalam kelas, tetapi juga melalui pengamatan langsung terhadap objek dan struktur yang ada di sekitar mereka. Monumen Bajra Sandhi memiliki bentuk unik menyerupai bajra, yaitu lonceng yang digunakan oleh pendeta Hindu dalam upacara keagamaan. Bentuk ini memberikan contoh nyata penerapan konsep simetri dan keseimbangan dalam desain bangunan. Struktur bangunan yang simetris membantu mendistribusikan massa secara merata sehingga monumen tetap stabil dan kokoh.
Selain itu, tinggi bangunan monumen memungkinkan siswa mempelajari konsep energi potensial gravitasi. Ketika siswa menaiki tangga menuju bagian atas monumen, mereka melakukan usaha untuk melawan gaya gravitasi bumi. Semakin tinggi posisi yang dicapai, semakin besar energi potensial gravitasi yang dimiliki. Hal ini menjadi contoh nyata dari hubungan antara massa, gravitasi, dan ketinggian sebagaimana dipelajari dalam materi energi mekanik. Saat siswa bergerak naik dan turun, mereka juga dapat memahami perubahan energi dari energi kimia dalam tubuh menjadi energi mekanik berupa gerak.
Tangga spiral yang terdapat di dalam monumen juga memberikan ilustrasi menarik mengenai konsep gerak melingkar dan lintasan. Siswa dapat mengamati bagaimana lintasan spiral mempengaruhi arah dan posisi gerak. Selain itu, dari puncak monumen, siswa dapat mengamati lingkungan sekitar dan memahami konsep jarak pandang serta ketinggian. Pengamatan ini dapat dikaitkan dengan konsep perspektif, sudut elevasi, dan bahkan pengaruh gravitasi terhadap benda yang berada pada ketinggian tertentu.
Struktur bangunan monumen yang besar dan kokoh juga dapat dikaitkan dengan konsep gaya dan kekuatan bahan. Bangunan ini dirancang untuk mampu menahan beratnya sendiri serta pengaruh gaya luar seperti angin dan getaran. Hal ini menunjukkan pentingnya pemahaman prinsip fisika dalam bidang teknik sipil dan arsitektur. Siswa dapat menyadari bahwa konsep fisika memiliki peran penting dalam kehidupan nyata, khususnya dalam pembangunan infrastruktur.
Selain aspek fisika, kegiatan ini juga menumbuhkan apresiasi siswa terhadap sejarah perjuangan bangsa. Monumen Bajra Sandhi dibangun sebagai simbol penghormatan kepada perjuangan rakyat Bali dalam mempertahankan kemerdekaan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman konsep sains, tetapi juga menanamkan nilai nasionalisme dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan.
Melalui kegiatan Fisika Piknik ini, siswa diharapkan dapat merasakan bahwa fisika bukan sekadar rumus dan teori, tetapi ilmu yang hadir dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, dan mudah dipahami karena siswa mengalami langsung fenomena yang dipelajari. Dengan pengalaman ini, diharapkan tumbuh rasa ingin tahu, semangat belajar, serta kesadaran bahwa fisika merupakan ilmu yang dekat dengan kehidupan dan berperan penting dalam kemajuan peradaban manusia.
