Modul Ajar Fisika Bab Pengukuran : Pertemuan 4

0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Pertemuan 4

 

A.    Informasi Umum

 

Kode Modul

FIS.E.X.1

Penyusun/Tahun

Iksan Taufik Hidayanto/ 2023

Kelas/Fase Capaian

X/Fase E

Elemen/Topik

Pemahaman Fisika / Hakikat Fisika, Besaran, dan Pengukurannya

Alokasi Waktu

135 menit (3 Jam Pelajaran)

Pertemuan Ke-

4

Profil Pelajar Pancasila

Bernalar kritis, Kreatif, dan Gotong Royong

Sarana Prasarana

LCD, Proyektor, Papan Tulis, ATK, Jangka Sorong

Target Peserta Didik

Regular/tipikal

Model Pembelajaran

Problem-Based Learning

Mode Pembelajaran

Tatap Muka

 

B.    Komponen Inti

 

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat menentukan hasil pengukuran dengan alat ukur dilengkapi nilai ketidakpastian pengukuran tunggal dan berulang.

 

Pertanyaan Pemantik

1.     Bagaimana cara meningkatkan akurasi pengukuran?

2.  Bagaimana cara menentukan seberapa teliti pengukuran yang dilakukan secara berulang?

 

Persiapan Pembelajaran

1.     Guru melakukan asesmen diagnostik dalam bentuk kuis sebelum pembelajaran.

2.     Guru menyiapkan bahan tayang PPT materi Besaran, satuan, dan pengukurannya

 

Kegiatan Pembelajaran

1.          Pendahuluan (15 menit)

a.     Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam.

b.     Perwakilan peserta didik memimpin doa.

c.     Guru menanyakan kabar peserta didik dan mengecek kehadiran peserta didik.

d.     Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam materi besaran dan pengukuran.

 

2.       Kegiatan Inti (110 menit) 

Langkah 1. Orientasi Masalah

a.     Guru mensimulasikan pengukuran suatu dengan menggunakan jangka sorong.

b.     Beberapa perwakilan peserta didik diminta untuk membaca hasil pengukuran benda yang disimulasikan oleh guru secara bergantian, kemudian menuliskannya pada kertas, dan melipat kertas tersebut agar tulisannya tertutup.

c.     Perwakilan peserta didik yang telah membaca hasil pengukuran diminta untuk berdiri di depan kelas, dan membuka kertas untuk dilihat bersama – sama.

d.     Guru meminta peserta didik untuk mengkritisi hasil pembacaan ukuran yang telah dilakukan oleh beberapa perwakilan peserta didik

e.     Peserta didik mendapatkan umpan balik dari guru, bahwa meskipun benda dan alat ukur yang digunakan pada simulasi sama, namun hasil pengukurannya berbeda-beda, karena ketidakpastian pengukuran.

 

Langkah 2. Mengorganisasi Peserta Didik

a.      Peserta didik dibagi dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 orang.

b.      Guru memberikan penjelasan bahwa terdapat banyak faktor yang menyebabkan ketidakpastian pengukuran dan terdapat solusi untuk meningkatkan akurasi hasil pengukuran.

c.       Peserta didik diminta untuk membaca bahan bacaan dari Buku IPA Fisika SMA Kelas X dari PT Penerbit Erlangga halaman 2429 terlebih dahulu untuk memahami materi tentang kesalahan pengukuran dan pengukuran berulang.

d.      Peserta didik ditugaskan untuk mengerjakan Kegiatan 1.2 dari Buku IPA Fisika SMA Kelas X dari PT Penerbit Erlangga halaman 29 untuk memahami materi tentang kesalahan pengukuran dan pengukuran berulang (gotong royong).

 

Langkah 3. Membimbing Penyelidikan

a.      Sebelum mengerjakan Uji Pemahaman, peserta didik diberi kesempatan untuk menyakan hal-hal yg kurang dimengerti dari bacaan tersedia.

b.      Guru memberikan penguatan dengan menjelaskan contoh lainnya

c.       Guru berkeliling untuk melihat kegiatan yang dilakukan peserta didik.

d.      Guru melihat sampel pekerjaan peserta didik dan diskusi ringan tentang apa yang sudah dilakukan.

e.      Guru memberikan bantuan terbatas, apabila ada peserta didik yang mengalami kesulitan.

 

Langkah 4. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya

a.      Guru meminta dengan sukarela beberapa perwakilan peserta didik untuk menjelaskan jawaban Uji Pemahaman.

b.      Peserta didik lainnya diminta untuk menanggapi dan memberikan tanggapan terhadap apa yang telah dijelaskan (bernalar kritis).

 

Langkah 5. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah

a.      Guru meminta semua peserta didik untuk saling melakukan apresiasi terhadap peserta didik yang telah sukarela menjelaskan jawaban tugasnya dan sudah terlibat aktif dalam pembelajaran.

b.      Guru memberikan penguatan apabila ada jawaban peserta didik yang kurang sesuai.

 

 

3.       Kegiatan Penutup (10 menit)

a.     Guru bersama peserta didik melakukan refleksi mengenai ketidakpastian pengukuran pada pengukuran berulang.

b.     Guru mengkonfirmasi materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.

 

Rencana Asesmen

Peserta didik mengerjakan tugas, yaitu Uji Pemahaman dari Buku IPA Fisika SMA Kelas X dari PT Penerbit Erlangga halaman 39 - 40.

 

Pengayaan dan Remedial

Pada akhir pertemuan bab 1, peserta didik diminta untuk mengerjakan soal pada QR code tersedia pada Buku IPA Fisika SMA Kelas X dari PT Penerbit Erlangga halaman 80.

 

Refleksi Peserta Didik dan Guru

Refleksi Peserta Didik

Lembar pertanyaan refleksi tersedia pada Buku IPA Fisika SMA Kelas X dari PT Penerbit Erlangga halaman 79 - 80

 

Refleksi Guru

Ø  Apakah pembelajaran dapat berlangsung sesuai rencana?

Ø  Apakah peserta didik yang mengalami hambatan, dapat teridentifikasi dan terfasilitasi dengan baik?

Ø  Hal-hal apa yang perlu diperbaiki pada aktivitas pembelajaran berikutnya?

 

C.    Lampiran

Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik

Buku IPA Fisika SMA/MA Kelas X dari PT Penerbit Erlangga.

Buku IPA Fisika SMA/MA Kelas X dari PT Grafindo Media Pratama.

Buku IPA Fisika SMA/MA Kelas 10 dari PT Yrama Widya.

 

Glosarium

      akurasi : sifat pengukuran yang mendekati nilai sebenarnya

      angka penting : angka hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti dan taksiran

      besaran : sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka

      hipotesis : jawaban sementara terhadap masalah yang masih harus dibuktikan kebenarannya.

      Ketidakpastian pengukuran : kekeliruan pengukuran terhadap nilai sebenarnya

      metode ilmiah : metode sains yang menggunakan langkah-langkah ilmiah dan rasional untuk mengungkapkan suatu permasalahan

      notasi ilmiah : bentuk penulisan terstandar untuk mempermudah penentuan suatu nilai

      presisi : sifat pengukuran yang mendekati nilai yang sama meskipun dilakukan berulang

      satuan : pembanding dalam pengukuran yang ditetapkan berdasar acuan tertentu

      variabel : sesuatu yang memiliki nilai dan dapat diubah


 

Daftar Pustaka

Ganis Sanhaji, Rani N. IPA Fisika SMA/MA Kelas X. Bandung. PT Grafindo Media Pratama.

Marthen K, Adrian P. IPA Fisika SMA/MA Kelas 10. Bandung. PT Yrama Widya.

Ni Ketut Lasmi. 2023. IPA Fisika SMA/MA Kelas X. Jakarta: PT Penerbit Erlangga.


Modul ajar pertemuan 3 dapat dilihat di: Modul Ajar Pertemuan 3

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)
Jika artikel ini bermanfaat, mohon untuk berkomentar di bawah ini: