IMPLIKASI TEORI RELATIVITAS UMUM (3)

Minggu, 21 Juli 20190 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Gelombang Gravitasi


Gambar ini mengilustrasikan dua lubang hitam yang saling mengitari satu sama lain. Sistem semacam inilah yang menciptakan gelombang gravitasi yang berhasil dideteksi untuk pertama kalinya. Kredit: MIT-Caltech.
Berdasarkan relativitas umum Einstein, saat sebuah benda bermassa sangat besar dan bergerak dipercepat, akan terbentuk riak kecil pada ruang waktu di sekitarnya dan menjalar menjauhi benda tersebut. Riak pada ruang waktu inilah yang disebut sebagai gelombang gravitasi dengan laju penjalaran sama dengan laju cahaya, yaitu tiga ratus ribu kilometer perdetik.

Riak pada ruang waktu itu teramat sangat kecil hingga diperlukan sumber massa yang sangat besar dan geraknya dipercepat. Contohnya adalah dua buah lubang hitam yang saling mengitari satu sama lain. Saat saling mengitari itulah, jarak antara kedua lubang hitam itu akan semakin mendekat dan laju keduanya semakin dipercepat hingga mendekati laju cahaya. Pada akhirnya  kedua lubang hitam itu akan saling menyatu untuk membentuk satu lubang hitam yang lebih besar.
Penemuan gelombang gravitasi inilah yang makin mengukuhkan teori relativitas umum Einstein yang dibangun 100 tahun sebelumnya. Gelombang Gravitasi berhasil dideteksi LIGO pada tahun 2015. Bukan hanya dari tabrakan dua lubang hitam yang berhasil dideteksi oleh LIGO dan VIRGO, melainkan juga tabrakan bintang neutron.

Relativitas Umum dalam Kehidupan Sehari-hari

Ide bahwa gravitasi adalah kelengkungan ruang waktu memang tidak mudah dibayangkan. Akan tetapi, implikasinya bisa kita temukan bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang paling mudah, semakin kita menjauh dari massa yang besar maka gravitasi akan melemah dan waktu lebih cepat.
Perbedaan ini bisa dibuktikan pada orang yang tinggal di permukaan Bumi dan orang yang berada pada gedung yang sangat tinggi.  Seseorang yang berada pada gedung yang sangat tinggi, waktunya akan lebih cepat dalam orde nano detik, dan usianya memendek.

Untuk kasus ekstrim, ketika seseorang bisa mendekati lubang hitam seperti pada film interstellar, waktunya melambat dibanding seseornag yang berada jauh di luar pengaruh lubang hitam.

Salah satu manfaat lubang hitam adalah sistem GPS (Global Positioning System). Terdapat 24 satelit GPS yang mengorbit Bumi pada ketinggian 20.300 km dengan kecepatan 3800 meter / detik. Pada ketinggian tersebut, medan gravitasinya juga berbeda sehingga waktunya lebih cepat dibanding di permukaan Bumi. Perbedaannya memang sangat kecil hanya dalam orde 7 nanodetik. Tapi, dalam satu hari, perbedaan itu bisa membuat tingkat akurasi GPS bergeser ~ 8 – 11 km. Karena itulah satelit yang mengorbit Bumi sudah diprogram untuk selalu melakukan sinkronisasi waktu agar tingkat akurasinya terjaga.

Tak hanya itu. Penemuan gelombang gravitasi oleh detektor LIGO dan VIRGO juga membawa teknologi detektor ini masuk dalam dunia perminyakan.  Rupanya, salah satu perusahaan gas dan minyak dunia sedang mengembangkan salah satu sensor LIGO untuk mendeteksi anomali gravitasi yang sangat kecil di Bumi akibat aktivitas seismik. Gunanya, untuk mencari sumber minyak Bumi dan waduk gas alam baru di dalam Bumi.

Itu sekilas tentang kontribusi relativitas Einstein.

SELESAI
==============================================
Sumber : langitselatan.com
Bagikan artikel ini :

Posting Komentar

 
Support : Mr. Iksan
Copyright © 2011. GENERASI FISIKA - All Rights Reserved
Proudly powered by: Fisikane