32 & 212 :ANGKA ANEH SKALA FAHRENHEIT (2)

0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم

Enam tahun setelah tubuh Fahrenheit menjadi sama dengan sekelilingnya,  seorang astronom  Swedia bernama Anders Celsius (1701-1744) mengusulkan skala centrigade untuk temperatur,  yang sekarang kita sebut skala Celsius. Centigrade artinya 100 derajat; ia menetapkan ukuran satu derajat sedemikian sehingga antara titik beku dan titik didih air terdapat 100 derajat, bukan 180 derajat. Selanjutnya ia mendefinisikan ”temperatur nol”nya pada titik beku air, sebagai titik acuan yang dapat diolah dengan mudah. Maka ia menetapkan titik didih air jatuh pada 100 derajat. (Yang menarik, dengan alasan yang hanya diketahui para astronom Swedia, Celsius mula-mula menetapkan 100 untuk titik beku dan nol untuk titik didih, tetapi sepeninggalnya orang membalik ketetapan tersebut.)

Lalu, bagaimana dengan angka 98,6 yang oleh sebagian orang disebut sebagai temperatur tubuh manusia ”normal"? Itu jangan dianggap serius. Suhu manusia berubah-ubah sedikit tergantung waktu dalam sehari, atau dalam sebulan (untuk wanita), juga karena metabolisme. Akan tetapi suhu manusia memang rata-rata berkisar pada 37 derajat Celsius pada kebanyakan orang, maka dokter menyebutnya ”normal". Coba berapa harga Fahrenheit untuk 37 derajat Celsius? Betul-98,6 derajat, angka yang kelihatan lebih ”keren” daripada angka bulatnya.

Bicara soal konversi, saya tidak pernah bosan untuk mengumumkan sebuah cara mudah untuk mengonversi temperatur. Saya tidak tahu mengapa guru-guru terus mengajarkan rumus yang rumit itu di sekolah, dengan angka 32, kurung-kurung, dan pecahan yang tidak tetap, padahal ada cara yang jauh lebih sederhana namun lebih akurat.

Begini caranya:

Untuk mengubah Celsius ke Fahrenheit, tambahkan 40, kalikan dengan 1,8, kemudian kurangi dengan 40.

Untuk mengubah Fahrenheit ke Celsius, tambahkan 40, bagi dengan 1,8, kemudian kurangi dengan 40.

Hanya begitu saja. Rumus di atas mujarab karena:
(a) 40 derajat di bawah nol pada kedua skala mempunyai temperatur yang sama dan 
(b) satu derajat Celsius 1,8 kali lebih besar daripada satu derajat Fahrenheit. (180 : 100 = 1,8). 

Ada satu hal yang sering terlupakan:
"Termometer sesunggubnya hanya mengukur temperatur mereka sendiri"

Coba renungkan. Sebuah termometer dingin menghasilkan bacaan temperatur rendah; sebuah termometer panas menghasilkan bacaan temperatur tinggi. Sebuah termometer tidak memberikan bacaan temperatur untuk sebuah benda sampai kita menempelkan  ke benda itu dan menjadi hangat, atau menjadi dingin, sampai sama dengan temperatur benda bersangkutan. Itu sebabnya kita harus menunggu sampai temperatur demam terhangatkan oleh tubuh kita sebelum memberikan bacaan yang benar. 

PERLU DIINGAT: Termometer suhu badan bukan mengukur temperatur tubuh melainkan  mengukme temperaturnya sendiri. 

============================
Robert L.  Wolke
(Guru Besar Emeritus Ilmu Kimia Universitas of Pittsburgh) 


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)