ARCHIMEDES : PENARI TELANJANG PERTAMA (2)

Kamis, 27 Juni 20190 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Ketika dilihatnya air melimpah keluar dari bak mandi saat ia melangkahkan kaki ke dalamnya,  Archimedes menyadari bahwa volume limpahan air itu sama dengan jumlah keseluruhan dari badannya sendiri yang dia masukkan ke dalam air. Maka saat itu diketahuinya cara menghitung volume suatu benda padat yang bentuknya tak beraturan, entah itu berupa kakinya sendiri atau pun berupa sebuah mahkota. Jadi, jika mahkota sang raja dimasukkan ke dalam sebuah wadah berisi air, maka dia akan dapat mengukur volume air yang meluap. Jumlah luapan air ini persis sama dengan volume mahkota. 

Anggap saja Raja Hiero telah memberikan sebongkah emas murni berbentuk kubus yang beratnya 5 pon. Sisivsisi kubus semacam ini ukurannya adalah 4,9 cm (cm = sentimeter; satu sentimeter = 0,394 inci) dan volume kubus adalah 118 cm3. Jika si tukang emas membuat mahkota itu dengan seluruh emas yang diterimanya tanpa unsur logam lain, maka mahkota itu haruslah 5 pon beratnya, dan volumenya akan sama dengan kubus emas sebagai bahannya, yakni 118 cm3, meskipun bentuknya sudah lain. Jika si tukang emas membuat mahkota itu hanya dengan setengah dari jumlah emas yang diterimanya dan menggantinya dengan logam lain dengan berat yang sama dengan bahan emasnya, misalnya seberat 2,5 pon, maka berat mahkota berbahan logam campuran ini adalah tetap sama 5 pon namun volumenya akan berbeda. 

Jika seseorang bisa mengukur volume mahkota itu, pastilah kurang dari 118 cm3 karena berat jenis logam perak hanya sekitar setengah dari berat jenis emas. Berat jenis adalah suatu ukuran berat per satuan volume dari suatu zat. Emas memiliki berat jenis yang lebih besar daripada logam umum lainnya, yaitu 19,3 gram per cm3; berat jenis perak adalah 10,5 gram per cm3. Sebuah mahkota berbobot 5 pon, jika terbuat dari 50% emas dan 50% perak akan memiliki volume sebanyak 167 cm3. 

Sejak Archimedes mengalami penemuan tak sengajanya di pemandian umum ini, maka mudahlah mengukur volume mahkota barunya Raja Hiero dengan menempatkannya ke dalam air dan menghitung volume air yang ditumpahkannya. Ketika sang raja mengetahui bahwa volume mahkotanya lebih besar dari yang seharusnya jika mahkota itu terbuat dari emas murni, maka si tukang emas yang tak jujur itu harus menerima pengadilan dalam bentuk eksekusi. Apa yang merupakan suatu ketidaksengajaan (serendipity!) yang menguntungkan bagi Archimedes, rupanya tidak sedemikian menguntungkan bagi si tukang emas. 

Jadi, penemuan yang bersifat serendipity seperti ini yang merupakan suatu cara untuk mengukur volume dari suatu objek padat apa pun, adalah penyebab suka cita Archimedes yang melompat lari keluar dari bak mandi, tanpa menyadari bahwa pakaiannya masih tertinggal. 

Bagikan artikel ini :

Posting Komentar

 
Support : Mr. Iksan
Copyright © 2011. GENERASI FISIKA - All Rights Reserved
Proudly powered by: Fisikane