LANGIT DALAM PERSPEKTIF AL QUR'AN (11)

Rabu, 22 Mei 20190 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Oleh : Agus Purwanto, D.Sc. 
(Dosen Fisika ITS, Penggagas Pesantren Sains TrenSains)


Mari kita simak ayat dan terjemahnya
Al-Hajj (الحج) / 22:15)

مَنۡ کَانَ یَظُنُّ اَنۡ لَّنۡ یَّنۡصُرَہُ اللّٰہُ فِی الدُّنۡیَا وَ الۡاٰخِرَۃِ فَلۡیَمۡدُدۡ بِسَبَبٍ اِلَی السَّمَآءِ ثُمَّ لۡیَقۡطَعۡ فَلۡیَنۡظُرۡ ہَلۡ یُذۡہِبَنَّ کَیۡدُہٗ مَا یَغِیۡظُ
"Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekalii tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya".

Sedangkan arti setiap kata
مَنْ barangsiapa - 

كَانَ adalah - 

يَظُنُّ ia menyangka - 

أَنْ bahwa -

لَنْ tidak -
يَنْصُرَهُ menolongnya - 
اللَّهُ Allah - 
فِي di -
الدُّنْيَا dunia -
وَالْءَاخِرَةِ dan di akhirat - 
فَلْيَمْدُدْ maka hendaklah ia merentangkan - 
بِسَبَبٍ dengan jalan/hubungan -
إِلَى ke -
السَّمَاءِ langit - 
ثُمَّ kemudian -
لْيَقْطَعْ hendaklah ia melalui - 
فَلْيَنْظُرْ maka hendaklah ia memperhatikan - 
هَلْ apakah - 
يُذْهِبَنَّ dapat menghilangkan - 
كَيْدُهُ tipu dayanya -
مَا apa yang -
يَغِيظُ menerbitkan marah -


Dari bbrp tafsir yang ada spt al-Mishbah, Jalalain dan Ibnu Katsir sepemahaman bahwa orang yg ragu bhw nabi Muhammad Saw bakal mendapat pertolongan Allah disindir agar mengikatkan tali (سبب) ke atap rumah (السماؤ) kmd menggantung dirinya dengan tali tsb. Karena sesungguhnya Allah SWT pasti menolong hambaa-nya yg beriman spt disebutkan QS 40:51.

Ibnu Katsir jg menyebut Abdur Rahman Ibnu Zaid Ibnu Aslam yg menyatakan bhw hendaknya merentangkan tali ke langit adlh agar orang yg ragu tsb naik ke langit agar tahu pertolongan yg memang berasal dari langit. Tetapi pandangan ini dipandang tidak sekuat pandangan sebelumnya.

Ada yg menarik dari teks ayat dan pemahamannya. Setidaknya ada dua kata yaitu سبب sebab atau penghubung dan السماء langit yang diartikan tidak secara harfiah atau apa adanya. سبب diartikan tali yg dlm bhs Arab adalah hablun-hibaalun حبا ل -ج- حبال spt QS 3:103, sdgkan السماء diartikan atap rumah atau langitt yg dlm bhs Arab nya saqfun سقف spt QS 16:26.

Kembali pada teks سلس dan السماء, penghubung dan langit. Sebagai orang fisika saya jadi ingat nalar orang mengukur jarak. Untuk mengukur lebar lahan atau panjang tiang orang menggunakan tali meteran. Tetapi untuk mengukur kedalaman laut orang tidak lagi menurunkan tali tetapi menggunakan gelombang bunyi. 


Demikian pula ketika astronom menentukan jarak benda langit, tidak digunakan gelombang bunyi apalagi tali tetapi سبب sinyal cahaya.



Jarak titik A dan titik B di tanah lapang tidak lain adalah panjang tali terpendek yang menghubungkan A dan B, yg tdk lain adalah garis lurus. Demikian pula saat penentuan kedalaman laut, lintasan lurus gelombang bunyi dari sumber di kapal laut sampai titik pantul di dasar laut. Bagaimana dg cahaya di ruang angkasa atau langit?

Ternyata menurut Albert Einstein lintasan cahaya tidak selalu lurus melainkan bisa melengkung tergantung struktur ruang yg dilalui. Jika ruang datar lintasan cahaya akan lurus tetapi jika ruang melengkung lintasan cahaya akan menyesuaikan diri ikut melengkung.
Masya Allah ...apa pula ini?

Pernah nonton tong setan di pasar malam? Lintasan motor atraktif tsb akan selalu lengkung mengikuti lengkungan tong. Atau lepaslah sebutir kelereng dari tepi atas maka kelereng akan turun dan naik ke tepi lain dengan lintasan lengkung sesuai kelengkungan wajan. 

Itu tong setan dan wajan, bgmn mungkin dengan lintasan cahaya? Itu Khan teori ...



Betul, itu teori ...benar tidaknya harus diputuskan oleh hakim yg netral yakni alam. Kata teori relativitas umum Einstein ruang di sekitar benda masif spt matahari akan melengkung sedangkan yg jauh dari obyek masif datar. 

Cara mengujinya, menunggu ada gerhana matahari total shg di suatu tempat yg dilalui akan gelap meski siang hari. Karena gelap maka bintangg akan dapat kelihatan.



Nah, di saat itu harus dapat dipastikan pada posisi lurus keluar bumi-bulan-matahari ada bintang. Jika ruang lengkung bintang akan tetap terlihat dari bumi meski posisinya tepat "di belakang" matahari. Tetapi jika ruang datar maka bintang tidak akan tampak krn cahaya bintang terkena dan terhalang matahari.


Saat yg ditunggu pun tiba , gerhana matahari total 29 Mei 1919 melintasi Afrika dan Hawaii. Anderson astronom Inggris memimpin ekspedisi perburuan bintang di blkg matahari. Misi berhasil, bintang teramati tetapi untuk membuktikan apakah bintang tsb benarr di blkg matahari ilmuwan harus bersabar dan menunggu enam bulan kmd, yakni saat matahari-bumi-bintang (bulan bebas) satu garis. Hasilnya, benar ...bintang tersebut ada! Enam bulan lalu bintang tsb berada di blkg matahari dan tetap tampak saat gerhana matahari total karena lintasan cahaya berbelok. Ruang melengkung. Langit lengkung.
فَلۡیَمۡدُدۡ بِسَبَبٍ اِلَی السَّمَآءِ
"maka hendaklah ia pancarkan penghubung (cahaya) ke langit"

Wallaahua'lam
Bagikan artikel ini :

Posting Komentar

 
Admin : Mr. Iksan
No Copyright © 2011. GENERASI FISIKA