LANGIT DALAM PERSPEKTIF AL QUR'AN (12)

Jumat, 24 Mei 20190 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Oleh : Agus Purwanto, D.Sc. 

(Dosen Fisika ITS, Penggagas Pesantren Sains TrenSains)


Langit adalah ruang berlapiss menyelubungi, meliputi dan "membungkus" bumi. Di manakah lapisan terluarnya?

Kita simak pernyataan awal QS 24:35

An-Nur (النور) / 24:35)

اَللّٰہُ نُوۡرُ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ مَثَلُ نُوۡرِہٖ کَمِشۡکٰوۃٍ فِیۡہَا مِصۡبَاحٌ ؕ اَلۡمِصۡبَاحُ فِیۡ زُجَاجَۃٍ ؕ اَلزُّجَاجَۃُ کَاَنَّہَا کَوۡکَبٌ دُرِّیٌّ یُّوۡقَدُ مِنۡ شَجَرَۃٍ مُّبٰرَکَۃٍ زَیۡتُوۡنَۃٍ لَّا شَرۡقِیَّۃٍ وَّ لَا غَرۡبِیَّۃٍ ۙ یَّکَادُ زَیۡتُہَا یُضِیۡٓءُ وَ لَوۡ لَمۡ تَمۡسَسۡہُ نَارٌ ؕ نُوۡرٌ عَلٰی نُوۡرٍ ؕ یَہۡدِی اللّٰہُ لِنُوۡرِہٖ مَنۡ یَّشَآءُ ؕ وَ یَضۡرِبُ اللّٰہُ الۡاَمۡثَالَ لِلنَّاسِ ؕ وَ اللّٰہُ بِکُلِّ شَیۡءٍ عَلِیۡمٌ
"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapiss), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu".

اللَّهُ Allah - 
نُورُ cahaya - 
السَّمَاوَاتِ langit -
وَالْأَرْضِ dan bumi - 
مَثَلُ perumpamaan - 
نُورِهِ cahaya-Nya - 
كَمِشْكَاةٍ seperti lobang - فِيهَا didalamnya - 
مِصْبَاحٌ pelita -- 
فِي di - 
زُجَاجَةٍ kaca - - 
كَأَنَّهَا seakann - 
كَوْكَبٌ bintang/ planet -
دُرِّيٌّ berkilauan - 
يُوقَدُ ia dinyalakan - 
مِنْ dari - 
شَجَرَةٍ pohon - 
مُبَارَكَةٍ yang banyak keberkatan - 
زَيْتُونَةٍ pohon zaitun - 
لَا tidak - 
شَرْقِيَّةٍ di sebelah timur - 
وَلَا dan tidak - 
غَرْبِيَّةٍ di sebelah barat - 
يَكَادُ hampir - 
زَيْتُهَا minyaknya - 
يُضِيءُ dia menerangi - 
وَلَوْ walaupun -
لَمْ tidak 
تَمْسَسْهُ menyentuhnya - 
نَارٌ api -
عَلَى di atas -
يَهْدِي memberi petunjuk - 
اللَّهُ Allah -
لِنُورِهِ pada cahaya-Nya -
مَنْ orang/siapa - 
يَشَاءُ Dia kehendaki - 
وَيَضْرِبُ dan membuat - 
الْأَمْثَالَ perumpamaan - 
لِلنَّاسِ bagi manusia - 
بِكُلِّ dengan segala -
شَيْءٍ sesuatu - 
عَلِيمٌ Maha Mengetahui -


Ayat ini sangat panjang, tetapi tafsir saat ini fokus pada kalimat awal:

Allah adalah cahaya langit dan bumi. Cahaya dipilih sebagai makhluk yang memperantarai, menghubungkan, menyatukan, mengikat bumi dan semua langit. Tetapi maaf, langit ketujuh belum dibahas.

Meskipun demikian, cahaya telah dipilih sebagai penghubung bumi dan langit yang tujuh tersebut.

Burungg hanya berada di langit terbawah, hujan dari langit kedua, pesawat sampai di langit ketiga. Pesawat yg mengantar Neil Armstrong ke bulan? Bukankah berarti bisa menembus langit keempat? Kita tunggu episode yg lbh heroik ...

Yang jelas cahaya berasal dari matahari sampai di bulan dan memantul ke bumi. Cahaya matahari tentu juga dapat langsung ke bumi. Cahaya datang dari bintangg di dlm galaksi sendiri. Cahaya datang dari galaksii yg merupakan kumpulan milyaran bintang. Semua sampai di bumi dan hanya cahaya yang dapat leluasa bergerak dari tempat paling jauh, terluar menuju bumi.


Tetapi ada alasan lain yang hanya dipahami oleh sekelompok orang tertentu mengapa cahaya dipilih mjd penghubung dan peliput langit dan bumi. Kemutlakan atau keabsolutan cahaya, tepatnya kemutlakan laju cahaya 300.000.000 meter per detik. Tidak bergantung kepada siapa pun baik seseorang yg diam atau pun bergerak.

Kecepatan cahaya tetap 300.000 km/det dan kecepatan ini sekaligus merupakan kecepatan tertinggi di alam. Tidak obyek yg dapat bergerak melebihi kecepatan cahaya.

Allah subhanahu wata'ala, Allah Mahasuci dan Mahatinggi.

Dengan demikian, radius atau jejari alam semesta pun dapat diketahui meski kita tidak dapat mencapainya. 
Karena kita tinggal di bumi dan tidak pernah sesekali tinggal di luarnya baik itu bulan atau Mars maka dengan pertimbangan ini kita pandang bumi sebagai tempat cahaya dipancar ke segala arah. Jarak terluar langit atau alam semesta tidak lain adalah jarak terjauh yg ditempuh oleh cahaya sejak tercipta langit dan bumi.

Nah, di sini kita mempunyai dua data teoritis. Data waktu terciptanya alam semesta, ruang-waktu dan isinya yakni 13,7 milyar tahun, dan data terjadinya bumi sekitar 4,6 milyar tahun.
Kita ambil data pertama 13,7 milyar tahun maka jejari langit alamiah terluar adalah 13,7x10^9x375x24x60x60x300.000 km = 129.612.960.000.000.000.000.000 km. 

Penjelasan angkaa itu begini:
13,7 milyar tahun itu 13,7x10^9 tahun
1 tahun itu 365 hari
1 hari itu 24 jam
1 jam itu 60 menit
1 menit itu 60 detik
1 detik itu 300.000 km


Jadi jejari lingkaran langit terluar adalah 1,2961296x10^23 km.
Bagikan artikel ini :

Posting Komentar

 
Admin : Mr. Iksan
No Copyright © 2011. GENERASI FISIKA