HUKUM GERAK SEBELUM NEWTON (bag 2)

Selasa, 18 Desember 20180 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Sungguh jauh dari emosi dan omongan teori semata-mata, kesungguhan ilmuan kaum Muslimin dalam masalah tersebut sangat nyata tidak bisa dipungkiri. Hal itu dikuatkan dengan banyak tulisan yang ditulis dalam buku-buku mereka. Mereka telah menulis sebelum zaman Newton dengan selisih tujuh abad. Kita akan melihat di antara teori-teori tersebut sebagai berikut: 


⏩Hukum Pertama Tentang Gerak Benda Teori pertama gerakan dalam ilmu fisika memberitahukan bahwa jika sejumlah kadar menuju path daya pengaruhi materi yang kosong, materi tersebut diam. Contohnya, jika sebuah materi apapun yang bergerak niscaya akan diringi gerakan delman kecepatan penuh dalam kondisi tidak ada kekuatan apapun yang mempengaruhinya. Semisal daya pergeseran. Hal itu terdapat dalam acuan matematika Newton,, yang mengatakan, “Materi akan tetap dalam kondisi diam atau dalam kondisi bergerak teratur dalam garis lurus sejajar selagi tidak dipaksa oleh kekuatan luar yang mengubah kondisi tersebut.” 

Jika kita melihat ilmuan kaum Muslimin dan peran mereka dalam masalah ilmu-ilmu pengetahuan ini, kita akan menemukan bahwa Ibnu Sina dalam bukunya AI-Isyarat wa Tanbihat telah mengupas hal itu dengan temuannya “Sesungguhnya Anda akan mengetahui bahwa materi saat kosong secara alami, dan tidak ditemukan adanya pengaruh luar (asing), tidak akan keluar dari tempat tertentu dengan bentuk tertentu. Sebab. secara alami merupakan dasar untuk menjawab itu. Materi tetaplah materi, selagi tidak ada tuntutan luar yang menggerakkannya maka keadaannya tetap seperti semula.” 

Jelaslah bagi kita dari tulisan di atas bahwa ketetapan Ibnu Sina akan teori-teori pertama tentang gerakan lebih unggul dari ketetapan Isaac Newton yang datang sesudahnya dengan selisih enam abad. Dalam teori ini, dia menguatkan bahwa materi tetap berada dalam kondisi diam atau berada dalam gerakan teratur sejajar lurus selagi tidak dipaksa oleh kekuatan luar yang mengubah keadaan ini. Maknanya, Ibnu Sina adalah orang pertama yang menemukan teori ini. 

Bersambung..... 


Bagikan artikel ini :

Posting Komentar

 
Support : Mr. Iksan
Copyright © 2011. GENERASI FISIKA - All Rights Reserved
Proudly powered by: Fisikane