| Foto: Getty Images |
Dalam pertandingan sepak bola, penonton sering melihat para pemain mengambil minuman dari botol, mengumurnya di mulut, lalu membuangnya kembali ke lapangan. Sekilas tindakan ini terlihat aneh karena mereka tampak tidak benar-benar minum. Namun, kebiasaan tersebut ternyata memiliki dasar ilmiah yang dikenal sebagai carbohydrate mouth rinse atau berkumur dengan larutan karbohidrat.
Mengenal Teknik Carbohydrate Mouth Rinse
Teknik ini dilakukan dengan memasukkan minuman olahraga yang mengandung karbohidrat ke dalam mulut selama beberapa detik, kemudian meludahkannya tanpa ditelan. Para peneliti menemukan bahwa reseptor di dalam mulut mampu mendeteksi keberadaan karbohidrat dan mengirimkan sinyal ke otak.
Ketika otak menerima sinyal tersebut, tubuh seolah-olah mendapatkan tambahan energi. Akibatnya, rasa lelah dapat berkurang dan performa atlet dapat meningkat, meskipun minuman tersebut tidak benar-benar masuk ke sistem pencernaan.
Mengurangi Risiko Perut Tidak Nyaman
Saat pertandingan berlangsung, pemain sepak bola melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sangat tinggi. Jika terlalu banyak minum, terutama saat berlari dan bergerak cepat, perut bisa terasa penuh, mual, atau tidak nyaman. Dengan berkumur lalu membuang minuman, pemain tetap mendapatkan efek psikologis dan neurologis dari karbohidrat tanpa harus menambah beban cairan di lambung.
Membantu Saat Tubuh Sudah Cukup Terhidrasi
Pemain profesional biasanya telah menjalani strategi hidrasi sebelum pertandingan dimulai. Mereka sudah mengonsumsi cukup cairan sehingga tidak selalu membutuhkan tambahan air dalam jumlah banyak selama pertandingan. Pada kondisi seperti ini, berkumur dengan minuman olahraga dapat menjadi cara cepat untuk menyegarkan mulut dan memberikan sensasi energi tanpa risiko kelebihan cairan.
Bukan Berarti Tidak Pernah Menelan Air
Meskipun sering terlihat berkumur lalu membuang minuman, pemain sepak bola tetap membutuhkan cairan untuk mencegah dehidrasi. Pada waktu tertentu, seperti saat jeda pertandingan atau ketika cuaca sangat panas, mereka tetap akan menelan air atau minuman isotonik sesuai kebutuhan tubuh. Jadi, kebiasaan mengumur lalu membuang minuman bukan berarti pemain tidak mau minum. Teknik tersebut merupakan salah satu strategi olahraga modern untuk menjaga performa, mengurangi rasa lelah, dan menghindari ketidaknyamanan pada perut saat pertandingan berlangsung.
Jadi, pemain sepak bola sering mengumur dan membuang minuman karena teknik ini dapat memberikan sinyal energi kepada otak melalui reseptor di mulut, membantu menjaga performa tanpa harus menambah banyak cairan di lambung. Meski demikian, mereka tetap perlu minum secara cukup untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh selama beraktivitas di lapangan. Dengan kata lain, tindakan tersebut bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari strategi ilmiah yang digunakan atlet profesional untuk tampil maksimal sepanjang pertandingan.
