«مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السُّوءِ، كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ...»
_ متفق عليه
Dari Abu Musa Al-Asy’ari رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda:
“Perumpamaan teman duduk yang baik dan teman duduk yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi bisa memberimu minyak wangi, atau engkau membeli darinya, atau setidaknya engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi ia membakar pakaianmu atau engkau mendapatkan bau tidak sedap darinya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
=================================================
Pelajaran dari Hadits:
Hadits ini adalah cermin: siapa temanmu, di situlah arah hatimu dibentuk.
1. Teman adalah penentu arah hati
Duduk bersama orang shalih akan menumbuhkan dzikir, sedangkan teman buruk menumbuhkan kelalaian.
2. Pengaruh itu pasti, meski tidak disadari
Seperti aroma, ia meresap perlahan. Engkau akan ikut terbentuk oleh lingkunganmu.
3. Sahabat terbaik adalah yang mengingatkan kepada Allah ﷻ
Bukan yang sekadar menyenangkan, tetapi yang membangunkan hatimu dari kelalaian.
4. Menjaga pergaulan adalah menjaga agama
Rusaknya banyak manusia berawal dari salah memilih teman.
5. Lingkungan adalah ladang iman atau ladang kelalaian
Pilihanmu menentukan apakah hatimu hidup atau mati.
-----------------------------------------
Ayat Al-Qur’an yang Terkait
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
“Dan bersabarlah engkau bersama orang-orang yang menyeru Rabb mereka pada pagi dan petang hari dengan mengharap wajah-Nya.”
(QS. Al Kahfi: 28)
-------------------------------------------
•Abdullaah bin Mas'ud رضي الله عنه:
«لَا تُصَاحِبْ إِلَّا مَنْ يُعِينُكَ عَلَى ذِكْرِ اللَّهِ»
“Janganlah engkau bersahabat kecuali dengan orang yang membantumu untuk mengingat Allah.
==================================================
Kajian Fisika
