MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA

header ads
Sesungguhnya pada langit dan bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasan-Nya bagi orang-orang yang beriman. (QS Al - Jaatsiyah: 3)

Bentuk Bumi Bulatkah?

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Pada waktu tahun yang lalu, muncul Teori Bumi Datar yang menjadikan santer bahan diskusi sengit dengan penganut Teori Bumi Bulat. Belakangan perdebatan itu mulai agak mereda. Sebagian kalangan umat islampun terbelah dalam memahami kedua teori tersebut. Bahkan mereka saling berhadapan dalam beragumen. Masing-masing masing berargumen dengan menukil dalil yang ada dalam Al Qur'an. 

Pada masa lalu, banyak orang yang percaya bahwa bentuk bumi itu datar. Selama berabad-abad, orang - orang enggan untuk menjelajah bumi terlalu jauh, karena mereka takut jatuh dari tepian bumi. Sir Francis Drake adalah orang pertama yang membuktikan bahwa bumi ini bulat ketika ia berlayar pada tahun 1597.
 
Beberapa ulama pun dalam dalil Al Qur'an berbeda pendapat. Dikarenakan dalam Al Qur'an tidak secara jelas nyata menerangkan bentuk bumi. 

Dinukil dari buku Al Qur'an dan Sains Modern menurut dr. Zakir Naik, mengemukakan pendapat bahwa bentuk bumi itu bulat dengan dasar  ayat al-Our'an tentang silih bergantinya siang dan malam: 
QS. Luqman: 29


Dari ayat di atas kata memasukkan bisa diartikan bahwa terjadi perubahan bertahap dan perlahan-lahan dari malam menjadi siang, dan sebaliknya. Dan fenomena ini hanya bisa terjadi apabila bumi itu bulat. Sebab jika bumi itu datar, maka tentu akan ada perubahan yang drastis ! (mendadak) dari malam ke siang dan dari siang ke malam. 

Kemudian dalam QS az Zumar: 5


Pada ayat di atas, kata dalam bahasa arab yang digunakan adalah kawwara yang bermakna "tumpah tindih" atau "melingkar' seperti gulungan kain surban di kepala. Peristiwa tumpang tindih atau melingkar ini silih bergantinya siang dan malam hanya dapat terjadi jika bumi berbentuk bulat. 

Dalam QS an Naaziat: 30 :
" Dan bumi sesudah itu dihamparkan Nya".

Pada ayat tersebut, kata 'dahaha' dalam bahasa arab berarti telur burung unta. Kasi bentuk bumi Sesungguhnya menyerupai telur burung unta. 

Wallahu' alam



Posting Komentar

0 Komentar