Adakah Kehidupan di Luar Bumi (3 Selesai)

0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Jawaban dari pertanyaan ini adalah bahwa pertemuan atau melihat mereka itu merupakan suatu kemungkinan yang besar. Dugaan ini didasarkan pada kenyataan bahwa makhluk hidup itu selalu dinamis. Mereka selalu bergerak dan memiliki sifat rasa ingin tahu. Dengan karakter seperti ini dapat disaksikan bagaimana hewan di bumi, baik yang ada di daratan, lautan ataupun di udara, selalu bergerak, baik dalam kaitan untuk mencari makan, tempat, atau lainnya. Demikian juga halnya dengan manusia. Makhluk ini selalu dinamis, bergerak dan terus berinisiatif untuk mencari tahu segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Dari fakta ini dapat dianalogikan bahwa makhluk hidup di luar sana juga berkarakter seperti yang ada di bumi. Sikap dinamis ini tentu akan mendorong mereka untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasannya. Suatu saat, sifat seperti ini sangat mungkin akan menyebabkan mereka berkelana dan bertemu dengan makhluk bumi. 

Sejalan dengan uraian di atas, Al-Qur'an menegaskan bahwa suatu saat Allah akan memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang terdapat di seantero jagat raya. Informasi ini menegaskan bahwa untuk menundukkan orang yang ingkar, Dia akan menunjukkan keagungan dan kebesaran-Nya dengan menghadirkan makhluk luar angkasa. Keberadaan mereka sebagai bukti bahwa Tuhan Maha mampu untuk menciptakan apa saja. Al-Qur'an mengisyaratkan fenomena ini pada Surah Fushilat: 53 sebagai berikut:
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?"(Fushilat: 53)

Kata āfāq merupakan bentuk jamak (plural) dari ufuq. Dalam literatur tafsir, al-āfāq, yang hanya disebut sekali, sekurangnya mengandung lima macam pengertian:
Pertama,yang dimaksud adalah seluruh alam raya. 
Kedua, bahwa semua peristiwa terjadi dengan takdir Tuhan.  
Ketiga, adanya penjagaan pada semua planet yang bergerak pada orbit dengan stabil. 
Keempat, semua tanda-tanda kekuasaan Allah yang terdapat di langit, seperti matahari, bulan, dan bintang-bintang. 
Kelima, jejak sejarah para pengingkar agama pada masa lalu. Namun demikian, arti yang paling umum dipergunakan adalah seluruh alam raya. 

Dengan pengertian seperti ini berarti bahwa bukti-bukti kekuasaan Tuhan yang terdapat di seluruh penjuru alam raya akan ditampakkan pada makhluk-Nya, termasuk manusia. 

Sejalan dengan penjelasan di atas, ayat ini menunjukkan bahwa kekuasaan Tuhan terdapat di segala penjuru yang ada di jagat raya. Termasuk dalam cakupannya adalah semua makhluk, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di luar bumi. Suatu saat Allah pasti akan memperlihatkan apa saja yang telah dicipta kepada makhluk atau manusia yang ada di bumi. Dengan demikian, ada kemungkinan manusia bumi dapat melihat atau bertemu dengan makhluk luar angkasa.

Wallohu'alam.


Sumber : Tafsir Ilmi, PENCIPTAAN JAGAT RAYA Dalam Perspektif Al-Qur`an dan Sains: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Badan Litbang & Diklat Kementerian Agama RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)