Al Qur'an Berbicara Teknologi Penerbangan

0
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم

Beberapa teknologi yang dikembangkan pada saat ini ternyata telah dideskripsikan dalam Alguran. Salah satu teknologi modern yang diceritakan dalam Alguran adalah pemanfaatan udara bergerak atau angin untuk menggerakkan kendaraan. Pada saat ini, orang mengembangkan teknologi yang memanfaatkan udara bergerak untuk mengangkat dan menerbangkan pesawat. Teknologi yang serupa digunakan oleh Nabi Sulaiman untuk terbang dengan kecepatan yang tinggi, seperti diterangkan dalam ayat ini. 

"Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Al-Anbiya' : 81) 


Perhatikan bahwa angin yang digunakan memiliki kecepatan yang tinggi atau sangat kencang, seperti yang dibutuhkan untuk mengangkat sayap pesawat berdasarkan prinsip Bernoulli, Menurut prinsip Bernoulli, sebuah benda yang dipengaruhi oleh udar bergerak yang berbeda kecepatannya pada kedua sisinya, benda akan terdorong oleh udara ke sisi yang memiliki kecepatan lebih besar. Jika Anda berdiri di dekat kereta api yang melaju dengan kencang, akan terasa bahwa badan Anda terdorong ke arah kereta api. Hal ini disebabkan udara di sekitar kereta api ikut bergerak dengan kencang sehingga tekanan udara di dekat kereta api menjadi rendah. Jadi, jika udara bergerak lebih cepat pada suatu sisi benda, tekanan di daerah udara yang bergerak lebih cepat tersebut akan lebih rendah. 

Sementara itu, sayap pesawat dibuat sedemikian rupa untuk memanfaatkan prinsip Bernoulli. Bagian atas sayap dibuat melengkung, sedangkan bagian bawahnya lebih rata. Konstruksi tersebut dimaksudkan agar udara di bagian atas sayap bergerak lebih cepat daripada di bagian bawah sayap. Jika pesawat bergerak cepat menentang angin, udara akan bergerak cepat memengaruhi sayap pesawat tersebut. Lapangan terbang memiliki alat untuk mendeteksi arah angin yang digunakan untuk menentukan arah gerak pesawat ketika hendak lepas landas atau mendarat. 
Aliran udara di sekitar sayap pesawat dideskripsikan pada Gambar. Tekanan udara di bagian atas sayap (P2) lebih kecil daripada tekanan udara di bagian bawah sayap (P1) karena aliran udara di bagian atas lebih cepat daripada aliran udara di bagian bawah. Perbedaan tekanan udara akan menyebabkan sayap beserta badan pesawat terangkat ke udara. Pesawat dapat melaju ke arah mendatar (horizontal) dengan adanya dorongan angin dari mesin jet. Arah pesawat dikendalikan dengan mengubah sirip pada bagian ekor dan pada bagian sayap pesawat. Kondisi tersebut sama dengan mengubah arah angin seperti yang dilakukan oleh Nabi Sulaiman dan sebagaimana yang diterangkan dalam Surah Shad ayat 36 sebagai berikut: 

"Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang dikehendakinya".(QS. Shad (: 36) 

Kecepatan pesawat jet dapat mencapai 1.000 kilometer per jam yang setara dengan 278 meter/sekon. Kecepatan tersebut masih lebih rendah dari kecepatan suara sehingga tidak menimbulkan sonic boom atau ledakan suara seperti yang ditimbulkan oleh pesawat Concorde. Ledakan suara (sonic boom) dapat menyebabkan kaca jendela rumah menjadi pecah sehingga pesawat Concorde dilarang terbang pada masa sekarang. Jika dibandingkan dengan kecepatan mobil di jalan raya, kecepatan pesawat sekitar 10 kali lipat. Sementara itu, jika dibandingkan dengan kecepatan manusia berjalan kaki, kecepatan pesawat sekitar 100 kali lipat. 

Marilah kita analisis kecepatan kendaraan Nabi Sulaiman berdasarkan keterangan pada ayat Alguran berikut:

"Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. (QS. Saba' : 12) 

Menurut Surah Saba' ayat 12, kecepatan kendaraan Nabi Sulaiman setara dengan satu bulan (30 hari) jika dibandingkan dengan perjalanan manusia pada waktu pagi hari. Perjalanan pada waktu pagi adalah dari pukul 6.00 pagi sampai pukul 12.00 siang, atau 1/4 hari. Kecepatan perjalanan Nabi Sulaiman setara dengan 30 hari dibagi (1/4 hari), yakni 120 kali lipat perjalanan manusia. 

Kecepatan manusia dewasa berjalan kaki adalah 10 km/jam sehingga kecepatan kendaraan Nabi Sulaiman adalah sekitar 1200 km/jam. 

Wallohu'alam.


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)