MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA

header ads
Sesungguhnya pada langit dan bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasan-Nya bagi orang-orang yang beriman. (QS Al - Jaatsiyah: 3)

Garis Edar Planet Tata Surya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Pengetahuan tentang tata surya bukanlah hal baru bagi kita. Di SMP/MTs, kita telah mempelajari matahari sebagai pusat tata surya dan dikelilingi oleh planet-planet, komet, asteroid, dan meteoroid. Pengetahuan tentang alam semesta selalu berkembang seiring dengan teknologi yang semakin maju. Sebagai contoh, sebelum tahun 2006, Pluto dikenal sebagai planet terakhir anggota tata surya sehingga ada 9 planet yang mengelilingi matahari. Setelah diadakan penelitian lebih lanjut, Pluto tidak lagi dikategorikan sebagai planet. Pluto berukuran lebih kecil dari bulan dan terletak di dalam kelompok komet pada sabuk Kuiper. Dengan
demikian, Pluto dikelompokkan sebagai salah satu komet.

Planet-planet mengelilingi matahari pada orbit masing-masing dan tidak pernah bertumbukan. 
Bentuk orbit planet dan periode orbit planet dijelaskan oleh hukum Kepler. Tidakkah terpikir di benak Anda penyebab timbulnya keteraturan dalam tata surya? Gaya apa saja yang menyebabkan keteraturan tersebut?

Menurut ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan 720.000 km/jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh 17.280.000 kilometer dalam sehari. Selain matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan dalam jarak ini. Semua bintang yang ada di alam semesta pun sama. Fenomena tatasurya dan garis edar ini sudah  tertulis di dalam Al-Quran, antara lain di dalam Surah Al-Anbiya’ ayat 33.
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”


Pengetahuan tentang alam semesta selalu berkembang. Johannes Kepler adalah astronom Jerman yang berhasil menemukan hukum-hukumnya tentang gerak planet mengelilingi matahari yang diterbitkan dalam buku The New Astronomi pada tahun 1609. Kepler memulai penelitiannya pada tahun 1601 dan mengajukan tiga hukumnya tentang gerak planet. Oleh karena memiliki penglihatan yang buruk, Kepler memerlukan waktu enam tahun untuk belajar dan memecahkan teori matematika yang menjelaskan tentang alam semesta.

Kebenaran hukum-hukum Kepler dibuktikan oleh Galileo yang berhasil menciptakan teleskop sehingga dapat digunakan untuk mengamati alam semesta. Teleskop tersebut dikenal dengan teleskop Galileo.

Wallohu'alam

Posting Komentar

0 Komentar