MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA

header ads
Sesungguhnya pada langit dan bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasan-Nya bagi orang-orang yang beriman. (QS Al - Jaatsiyah: 3)

Angka Penting

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Hasil pengukuran yang telah kalian lakukan dengan menggunakan alat ukur adalah nilai data hasil pengukuran. Nilai ini berupa angka-angka dan termasuk angka penting. Jadi, definisi dari angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, termasuk angka terakhir yang ditaksir atau diragukan. Angka-angka penting ini terdiri atas angka-angka pasti dan satu angka taksiran yang sesuai dengan tingkat ketelitian alat ukur yang digunakan. Semua angka-angka hasil pengukuran adalah bagian dari angka penting. Namun, tidak semua angka hasil pengukuran merupakan angka penting.

1. Aturan-Aturan Angka Penting 

Untuk menentukan angka penting, digunakan atuan sebagai berikut:

a. Semua angka bukan nol adalah angka penting. 
Contoh: 
153,2 g mengandung empat angka penting: 16,7 cm mengandung tiga angka penting. 

b. Semua angka nol yang terletak di antara angka bukan nol adalah angka penting. 
Contoh: 
20,35 kg mengandung empat angka penting: 326,04 mm mengandung lima angka penting. 

c. Angka nol di sebelah kanan angka bukan nol termasuk angka penting, kecuali diberi tanda garis bawah pada angka yang diragukan. 
Contoh: 
25,000 kg mengandung lima angka penting: 25,000 kg mengandung empat angka penting. 

d. Jika angka yang diberi garis bawah merupakan angka taksiran atau angka yang diragukan, angka ini merupakan angka penting 
Contoh: 
4567 cm, angka 6 diragukan sehingga hanya mengandung tiga angka penting, 40007 mm, angka nol ketiga pertama diragukan sehingga hanya mengandung tiga angka penting 

e. Angka nol yang terletak di sebelah kiri angka bukan nol, baik yang terletak di sebelah kiri maupun di sebelah kanan koma desimal, bukan angka penting Contoh: 
0,539 g mengandung tiga angka penting: 0,0037 kg mengandung dua angka penting. 

2. Operasi-Operasi dalam Angka Penting 

Dalam aturan berhitung dengan angka penting, yang harus diingat adalah jumlah angka penting hasil perhitungan tidak mungkin melebihi jumlah angka penting pada hasil pengukuran. 

a. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan dengan Angka Penting.
Pada operasi penjumlahan atau pengurangan bilangan-bilangan dengan berpedoman pada aturan angka penting, hasil operasi penjumlahan atau pengurangan itu hanya boleh mengandung satu angka yang diragukan. 

Contoh:
379,216 cm  (angka 6 diragukan)
  24,738 cm(angka 8 diragukan)
_______ +
403,954 (angka 4 diragukan sehingga penulisan menjadi 403,95 cm)

35,572 gram
  2,2626 gram
_______  +
37,8346 (angka 4 dan 6 diragukan, sehingga hasilnya ditulis 37,835 gram disesuaikan dengan aturan pembulatan)

b) Operasi Perkalian dan Pembagian dengan Angka Penting 
Pada operasi perkalian atau pembagian, jumlah penulisan angka penting disesuaikan dengan jumlah deretan angka penting yang paling sedikit. Misalnya, jika deretan bilangan pertama mengandung 5 angka penting dan deretan bilangan yang kedua mengandung 3 angka penting, hasil perkalian atau pembagiannya hanya boleh mengandung tiga angka penting, sesuai dengan jumlah angka penting yang paling sedikit. 

Contoh:
2,04 kg (3 angka penting)
3,5  kg (2 angka penting)
___ x
7,140 (hasil perkalian hanya boleh mengandung angka penting yang paling sedikti yaitu 2 angka penting. sehingga hasilnya ditulis 7,1 kg)

c) Operasi Penarikan akar dan pemangkatan
Penulisan hasil dari penarikan akar dan pemangkatan hasilnya mengandung angka penting yang sama dengan yang diakarkan atau dipangkatkan
Contoh:
V16 = 4,0 (dua angka penting)
V46 = 6,7823 (hasilnya harus 2 angka penting, sehingga ditulis 6,8)

d) Perkalian antara angka penting dengan bilangan eksak
Hasilnya sama dengan jumlah angka penting.
Contoh: 
massa sebuah batu 12,5 kg. berapa massa 15 batu?
12,5 mempunyai 3 angka penting, maka hasilnya harus mengandung 3 angka penting.

12,5
15
____x
187,5 (hasilnya ditulis 188 kg)


Sumber : BSE Fisika 1, Dudi






Posting Komentar

0 Komentar