BUMI BULAT?

Rabu, 25 Desember 20190 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Oleh
Agus Purwanto, D.Sc
(Dosen Fisika ITS, Penulis Buku Ayat Ayat Semesta, Nalar Ayat Ayat Semesta)

Ada sepuluh ayat yang membawa pada kesimpulan Bumi datar dan hanya satu ayat yang kemudian digunakan untuk menerima Bumi bulat 

Az-Zumar (الزمر) / 39:5

خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ بِالۡحَقِّ ۚ یُکَوِّرُ الَّیۡلَ عَلَی النَّہَارِ وَ یُکَوِّرُ النَّہَارَ عَلَی الَّیۡلِ وَ سَخَّرَ الشَّمۡسَ وَ الۡقَمَرَ ؕ کُلٌّ یَّجۡرِیۡ لِاَجَلٍ مُّسَمًّی ؕ اَلَا ہُوَ الۡعَزِیۡزُ الۡغَفَّارُ

"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun"

Ayat di atas (QS 39:5) menurut beberapa mufasir memberi isyarat kuat bentuk bumi bundar. Yukawwiru (يُكَوِّرُ) mempunyai arti melilitkan yakni melilitkan pada sesuatu yang bulat. Contohnya, melilitkan sorban di kepala seperti bayi di atas. Siang dan malam melilit dan membelit bumi yang bundar, bulat. 

Para ulama yang berpendapat bumi bulat di antaranya adalah syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, al-Imam Ibnu Hazm, asy-Syaikh al-Mufassir Abdur Rahman bin Nashir as-Sa’di, Ibnu Asyur dalam tafsir at-Tahrir wat tanwir, Syaikh Muhammad Amin asy-Syinqithi dalam tafsirnya adhwa’ul bayan, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, dan Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahumullah.

Kita tidak membahas ulang pendapat para ulama terdahulu tetapi memahami ulang tafsir Bumi datar dengan data kokoh dan sains baru.

Data atau fakta kokoh yang dapat dirasakan semua orang adalah
1. rentang siang-malam 12-12 jam di sekitar katulistiwa 
2. fase Bulan tipis, sabit, tebal, purnama, kemudian kembali menipis hingga habis.
3. posisi Matahari yang di Utara dan Selatan katulistiwa atau ekuator.

Jika Bumi datar berbentuk piringan dengan ketebalan tertentu maka
1. Matahari dan Bulan bergerak melingkar di atas salah satu permukaan Bumi yakni permukaan yang dihuni manusia.

Tidak boleh "di bawah" Bumi, sebab ketika matahari di bawah Bumi semua permukaan atas akan gelap. Artinya, Bumi malam secara keseluruhan.

2. Matahari tidak boleh terlalu jauh dari Bumi, sebab jika  terlaluj semua permukaan Bumi terhuni manusia akan terkena cahaya. Artinya, di Bumi hanya ada siang tanpa malam.
Jadi, matahari harus dekat dari Bumi.

3. Matahari tidak boleh berbentuk bola sebab cahaya bolam ke segala arah. Jika Matahari berbentuk bola mk semua permukaan Bumi terkena cahaya matahari, semua permukaan Bumi menjadi terang atau hanya ada siang tanpa malam di Bumi.

4. Matahari harus berbentuk sentolop atau senter kerucut yang membesar ke arah Bumi dan tentu tidak boleh jauh. Bentuk ini memungkinkan ada siang dan malam.

Tetapi ada masalah baru dari point' 4, pemukaan Bumi bagian ekuator hanya terkena cahaya 1/4 hingga 1/3 bagian. Artinya dikatulistiwa siang hanya 6-8 jam dan sisanya malam.

Dan, di ekuator tidak pernah terjadi siang 8 jam dan malam 16 jam.

Singkat cerita, Bumi datar tidak dapat menjelaskan siang-malam 12 jam di sekitar katulistiwa. 
Juga tidak bisa menjelaskan fase Bulan dan gerrhana baik gerhana Bulan maupun gerhana Matahari.

Wallahu'alam
Silakan bagikan artikel ini :

Posting Komentar

 
Admin : Mr. Iksan
No Copyright © 2011. GENERASI FISIKA