LANGIT DALAM PERSPEKTIF AL QUR'AN (3)

Kamis, 16 Mei 20190 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Oleh : Agus Purwanto, D.Sc. 

(Dosen Fisika ITS, Penggagas Pesantren Sains TrenSains)

Masih arti tentang langit sebagai ruang di atas kita. Simak ayat berikut:
An-Nahl (النحل) / 16:79)


اَلَمۡ یَرَوۡا اِلَی الطَّیۡرِ مُسَخَّرٰتٍ فِیۡ جَوِّ السَّمَآءِ ؕ مَا یُمۡسِکُہُنَّ اِلَّا اللّٰہُ ؕ اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوۡمٍ یُّؤۡمِنُوۡنَ

"Tidakkah mereka memperhatikan burungg yang dimudahkan terbang diangkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benarr terdapat tandaa (kebesaran Tuhan) bagi orangg yang beriman."

أَلَمْ tidaklah -
يَرَوْا mereka memperhatikan -
إِلَى kepada - 
الطَّيْرِ burung - 
مُسَخَّرَاتٍ ditundukkan/dimudahkan -
فِي di - 
جَوِّ awan - 
السَّمَاءِ langit -
مَا tidak ada -
يُمْسِكُهُنَّ menahannya -
إِلَّا melainkan -
اللَّهُ Allah -
إِنَّ sesungguhnya - 
فِي pada -
ذَلِكَ demikian - 
لَءَايَاتٍ sungguh tanda-tanda -
لِقَوْمٍ bagi kaum - 
يُؤْمِنُونَ mereka beriman -


Burungg terbang di udara, awannya langit جو السماء. Tempat burungg terbang ini disebut (bagian dari) langit. Seberapa tinggi burungg ini terbang umumnya kita dapat melihatnya dengan jelas. Beberapa puluh atau beberapa ratus di atas bumi.

Hal lain yang menarik adalah pernyataan "tidak ada yg menahan selain Allah. Sungguh yg demikian itu terdapat tandaa bagi kaum yg beriman".

Adalah Ibnu Sina yg menjadikan burung terbang sebagai hujjah atau dalil atau argumen tentang keberadaan jiwa. Ibnu Sina merujuk pada konsep gerak Aristoteles, gerak spontan dan gerak terpaksa. 

Buah mangga akan jatuh dari pohon jika tangkai penahannya putus, itulah gerak spontan.
Batu kecil akan bergerak melesat ke atas menyasar buah mangga di pohon jika dilempar seseorang. Inilah gerak terpaksa, batu dilempar.


Seekor burung tidak ditahan oleh apa pun yang tampak, tidak jatuh.
Seekor burung dapat melayang bebas di udara tanpa ada seseorang yang melemparnya ke atas. Gerak spontan dan gerak terpaksa bagi obyek alamiah tidak berlaku, itulah bukti adanya jiwa pada seekor burung.


Burungg ini terbang di
جو السماء

mudhaf-mudhaf ilaihi udara, ruang atau awan nya langit. Singkat kata tempat burung terbang itu disebut jawwis sama', bagian dari langit.
Bagikan artikel ini :

Posting Komentar

 
Admin : Mr. Iksan
No Copyright © 2011. GENERASI FISIKA