LANGIT DALAM PERSPEKTIF AL QUR'AN (14)

Selasa, 28 Mei 20190 komentar

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Oleh : Agus Purwanto, D.Sc. 
(Dosen Fisika ITS, Penggagas Pesantren Sains TrenSains)


Langit dan bumi "bertemu" di ufuk atau horizon.

As-Saffat (الصافات) / 37:5)
رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ وَ مَا بَیۡنَہُمَا وَ رَبُّ الۡمَشَارِقِ ؕ
"Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempatt terbit matahari".

Kamus:

رَبُّ Tuhan - 

السَّمَاوَاتِ langit - 

وَالْأَرْضِ dan bumi -
وَمَا dan apa - 
بَيْنَهُمَا di antara keduanya - 
وَرَبُّ dan Tuhan - 
الْمَشَارِقِ tempatt terbit matahari -


Pada ayat ini المشارق sbg jamak taksir (jamak tak beraturan) dari المشرق , timur atau tempat matahari terbit mendapat perhatian. المشارق disebut stlh langit السماوات , bumi الارض , dan yg di antara keduanya بينهما .

Masyriq mmg bukan fenomena langit murni, jg bukan fenomena bumi murni, juga tdk berada di antara langit dan bumi.


Masyriq berada di "kaki" langit dan "tepi" atau ujung bumi. Masyriq ada di horizon, ada di ufuk.



Ufuk adalah pertemuan bumi dan langit, maka ufuk itu melingkar dari utara, barat, selatan, timur dan kembali ke utara. Tetapi ufuk yg menarik adalah ufuk timur dan barat yg dlm bhs Arabnya adlh masyriq dan maghrib. Masyriq مشرق scr harfiah berarti tempat atau waktu matahari terbit. Tempat matahari terbit kita sebut timur. Sdg kan maghrib مغرب berarti tempat atau waktu matahari tenggelam atau terbenam. Kita menyebut tempat terbenam itu barat.


Tetapi sebenarnya matahari tidak pernah tenggelam dan karenanya tidak pernah muncul krn matahari tetap berada jauh di langit sana, 149.600.000km dari bumi.



Matahari terbit dan terbenam hanyalah perspektif rasa kita. Bumi besar yang berotasi membuat matahari yg jauh tampak terbit, naik, turun dan terbenam kmd menghilang sekitar 12 jam.


Menariknya, al-Quran menyebut رب المشارق tanpa المغارب. Tuhan banyak tempat terbit, dlm bentuk jamak, tanpa menyebut Tuhan banyak tempat terbenam. Meskipun jumlah tempat terbit sebanyak tempat terbenam.


Alasannya dapat dipahami, posisi matahari terbit yakni lintang bumi saat matahari terbit dapat dicek dan diikuti hingga matahari terbenam. Sedangkan posisi atau lintang saat matahari terbenam sgr tdk diketahui begitu terbenam.



Lintang terbit terbentang dari 23,5° LS s.d 23,5° LU atau 47° dan terbagi dalam 183 hari sehingga setiap hari posisi terbit matahari bergeser sekitar 1/4 derajat. Diameter matahari tampak sekitar 1/2 derajat.

Pada Senin 27 Mei 2019 deklinasi atau lintang matahari 21°12' pada jam 00.00 GMT dan 21°22' pada jam 23.00 GMT. Sedangkan Selasa 28 Mei 2019 di 21°22' pada jam 00.00 GMT dan 21°32' pada jam 23.00 GMT.


Kita tahu bahwa koordinat Ka'bah 21°25'12,59" LU, 39°49'20,39" BT.



Dengan demikian lintasan matahari yg paling mendekati lintang Ka'bah adalah hari Selasa 28 Mei 2019 ini. Saat Dzuhur di Mekah yg terjadi pada jam 12:18 waktu Saudi obyek atau orang berdiri di Mekah tidak mempunyai bayangan krn matahari tepat di atas kepalanya. 


Pada saat seperti ini setiap tongkat yg berdiri tegak di mana pun akan mempunyai bayangan yg jika ditarik bayangan tersebut menuju Mekah. Inilah momen yg disebut رصد القبلة pengecekan dan penyelarasan arah kiblat, di Indonesia bagian barat bersamaan dengan jam 16:18 karena selisih waktu Saudi dan Indonesia barat adalah empat jam.



Btw, jadi teringat kisah populer di saat kecil dulu. Pada suatu hari, tepatnya hari Jumat seorang kyai berada di rumah saat orangg pergi ke masjid untuk ibadah shalat Jumat. Usai shalat Jumat orangg memberanikan diri bertemu dan bertanya kpd kyai yg tidak Jumatan ini, mengapa kok tidak Jumatan.

Jawabnya, "sudah Jumatan di Mekah".



Dulu kami takjub dengan cerita ini, betapa hebatnya pak kyai hingga Jumatan di Mekah.

Sekarang, jika ingat cerita itu jadi tersenyum sendiri. Malu.

Saat kita shalat Jumat di Surabaya maka di Mekah masih jam 08 pagi ...bgmn mgkn sdh Jumatan di Mekah ...shalat Dhuha kalee ...Ayaa wae😊😊
Silakan bagikan artikel ini :

Posting Komentar

 
Admin : Mr. Iksan
No Copyright © 2011. GENERASI FISIKA